Pimred-Fotografer Harian Ambon Ekspres Babak Belur Dipukul

Pimred-Fotografer Harian Ambon Ekspres Babak Belur Dipukul

- detikNews
Senin, 14 Mei 2007 00:40 WIB
Ambon - Aksi premanisme dialami Pemimpin Redaksi (Pimred) dan fotografer harian pagi Ambon Ekspres (Ameks), Ahmad Ibrahim dan Lutfi Heluth. Keduanya kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi.Aksi kekerasan terhadap dua jurnalis ini terjadi di kantor redaksi Ameks, Jl Sultan Babullah, Ambon, Maluku, Minggu (13/5/2007) pukul 13.00 WIT. Kasus ini baru dilaporkan kedua korban ke Polsekta Sirimau, Ambon, pukul 22.00 WIT.Pemukulan ini dipicu kesalahan keterangan waktu pada foto yang dimuat Ameks edisi Jumat (11/5/2007). Pada foto yang terletak di rubrik Lintas Pulau itu, terdapat keterangan Bupati Seram Bagian Barat Jacobus Puttileihalat didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) SBB Darmin Pattisahusiwa memberikan keterangan pers sehari sebelumnya, Kamis (10/5/2007). Sementara foto yang dimuat redaksi Ameks merupakan ulangan foto lama, November 2006 lalu. Atas pemuatan foto itu, Faruq Attamimi bersama putra Darmin Pattisahusiwa, Gegi, mendatangi kantor koran terbesar di Maluku ini. Faruq juga mengaku sebagai putra Darmin saat mendatangi Ameks.Kedatangan Faruq ditemui Lutfi di ruang kerja redaksi Ameks. Faruq yang baru saja menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Ambon dalam kasus penggelapan/penipuan ini menanyakan perihal pemuatan foto itu kepada juru foto Ameks, Lutfi Heluth. Luthfi kemudian menjelaskan.Mendapat penjelasan Lutfi, Faruq langsung menelpon Darmin yang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi di Kabupaten Seram Bagian Barat. Setelah itu, oleh Faruq, Lutfi diminta bicara dengan Darmin."Saya minta maaf kepada Pak Darmin, karena ada kesalahan keterangan waktu di foto tersebut," tutur Lutfi. Meskipun telah mendapatkan penjelasan soal adanya kesalahan yang tidak disengaja sehingga foto itutermuat, namun Faruq tidak terima. Penjelasan Lutfi malah membuat Faruq naik pitam dan mendaratkan pukulan bertubi-tubi ke wajah Lutfi. Lutfi hanya bisa memblok pukulan dengan kedua tangannya, sehingga tangan mengalami luka. Tidak cukup memukul, Faruq malah mengeluarkan ancaman akan menembak Lutfi. Ancaman itu ditujukan kepada Lutfi dan rekan-rekan wartawan Ameks. Sikap arogansi Faruq tak sampai disitu, seperti seorang jagoan ia menghubungi anggota polisi via selulernya sambil mengatakan "datang sudah, dia (Lutfi) sudah ada, bawa dia ke kantor polisi. Kita pukul, pasti dia akan mengaku siapa dibalik pemuatan foto itu," ujar Faruq seperti ditirukan Petrus Oratmangun, salah satu redaktur Ameks, yang saat aksi pemukulan itu, juga berada di ruang redaksi.Namun petrus tak mampu berbuat-apa-apa karena mendengar ancaman ditembak. "Saya juga dengar, dia bilang mau tembak kita. Makanya saya pilih diam," ujar Petrus. Setelah pemukulan itu, Gegi yang merupakan salah satu penyanyi Nyong Ambon itu menyusul Faruq ke ruang redaksi Ameks.Tak berselang lama, Pimred Ameks Ahmad Ibrahim yang tiba di ruang redaksi menjadi sasaran kemarahan Faruq. Tanpa banyak bicara, pelaku melayangkan pukulan beruntun ke wajah Ahmad. Tak mampu menepis pukulan itu, orang nomor satu di redaksi Ameks ini terpaksa harus menerima pukulan Faruq beberapa kali.Kemarahan Faruq mereda setelah Direktur Ambon TV Sahlan Heluth, mendadak muncul dan menghalangi aksi preman pelaku. Faruq dan Gegi kemudian meninggalkan lokasi.Setelah dilaporkan ke polisi, Faruq masih dalam pengejaran Polsekta Sirimau Ambon. (han/aba)


Berita Terkait