Korban Lumpur Merantai Kaki Sambil Mogok Makan

Korban Lumpur Merantai Kaki Sambil Mogok Makan

- detikNews
Minggu, 13 Mei 2007 12:55 WIB
Sidoarjo - Korban lumpur yang menggelar aksi mogok makan di kamp pengungsian Pasar Baru Porong Kabupaten Sidoarjo nekad merantai kakinya. Langkah ini untuk menunjukkan kebulatan tekad menuntut uang makan tunai.Ada 20 orang yang kakinya dililit rantai dan digembok. Pantauan detikcom, Minggu (13/5/2007), rantai itu dipasang di setiap kaki warga dan saling berhubungan satu sama lain.Di antara peserta mogok makan adalah Suwedro (50). Warga Desa Renokenongo ini mengaku sudah terlalu kecewa dengan pemerintah maupun Lapindo yang tidak memberikan uang makan tunai."Kalau jatah makan sudah diberikan berupa uang ke kita maka aksi ini berakhir. Jika tidak ya jalan terus sampai titik darah penghabisan," kata Suwendro.Peserta mogok makan yang jumlahnya 45 orang itu terlihat mulai limbung. Mereka hanya tidur-tiduran di terpal dengan wajah pucat serta bibirnya mengering. Di sekitar lokasi mogok makan terdapat poster yang dipasang cukup mencolok. Bunyinya: Lebih baik tidak makan daripada makan yang bukan makanan kelolaan sendiri. Korban lumpur yang masih bertahan di Pasar Baru Porong selama ini menyesalkan adanya nasi bungkus jatah makan mereka yang terkesan tidak mengandung gizi dan bahkan basi. Mereka minta jatah makan diganti uang tunai supaya bisa memasak sendiri. (gik/gik)


Berita Terkait