Gus Dur akan Layat Matori
Minggu, 13 Mei 2007 11:55 WIB
Jakarta - Gus Dur yang berseberangan dengan Matori Abdul Djalil, memastikan diri melayat rival politiknya itu."Beliau mau datang, cuma belum tahu pastinya jam berapa," kata Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di rumah duka di perumahan elite Tanjung Mas Barat, Jakarta Selatan, Minggu (13/5/2007). Gus Dur sebelumnya telah mengirimkan bunga duka ke rumah Matori.Pada pemilihan presiden tahun 1999 lalu, Matori yang kala itu menjabat Ketua Umum PKB mendukung Megawati. Hal ini berlawanan dengan keputusan Gus Dur dkk yang mengusung Gus Dur. Akibat tindakannya itu, Matori dipecat oleh Gus Dur. PKB pun pecah menjadi PKB Batutulis pimpinan Matori dan PKB Kuningan pimpinan Alwi Shihab (Gus Dur).Setelah Gus Dur lengser dan Megawati menjadi presiden, Matori mendapat posisi sebagai Menteri Pertahanan. Beberapa tahun menjabat menteri, Matori kena stroke. Mengenai sikap politik Matori yang berseberangan dengan sikap politik Gus Dur, Muhaimin mengatakan bahwa Gus Dur menjadikan sikap rivalnya waktu itu sebagai bentuk pembelajaran."Ya sikap politik adalah bagian dari perjalanan beliau (Gus Dur) dan pembelajaran bagi kita semua. Bahwa perbedaan dan perpecahan adalah sesuatu yang jadi pembelajaran pendewasaan parpol. Karena itu yang dilakukan oleh Pak Matori tidak lebih dari pendewasaan politik nasional," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin ini.Terlihat pula penasihat Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR-RI dan ketua DPP PPP, Endin AJ Soefihara yang baru datang melayat sekitar pukul 11. 25 WIB.
(nwk/nrl)











































