Peserta Mogok Makan Warga Korban Lumpur Bertumbangan

Peserta Mogok Makan Warga Korban Lumpur Bertumbangan

- detikNews
Sabtu, 12 Mei 2007 17:29 WIB
Sidoarjo - Aksi mogok makan yang dilakukan ratusan warga korban lumpur Desa Renokenong, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, di tempat penampungan Pasar Baru Porong akhirnya bertumbangan. Saat ini warga yang masih bertahan tinggal 41 orang."Meski ada beberapa warga yang tidak kuat, aksi mogok makan ini tetap kita lakukan sampai permintaan warga dipenuhi oleh Lapindo," kata Bambang Wuryanto warga Desa Renokenongo saat dihubungi detikcom, Sabtu (12/5/2007).Menurut Bambang, mereka harus mundur dari aksi ini karena dari beberapa warga, terutama ibu-ibu, saat ini masih mempunyai anak balita yang harus diberi ASI."Ibu-ibu yang sempat ikut mogok makan ini diminta oleh warga yang lainnya untuk menghentikan aksinya karena beberapa di antaranya masih menyusui," ujar warga RT 6.Meski jumlah warga yang melakukan aksi mogok makan tinggal sedikit, menurut Bambang, warga korban lumpur lainnya masih tetap antusias melakukan aksi ini sampai tuntutan mereka dikabulkan oleh Lapindo."Beberapa ibu lainnya masih ikut. Walau jumlahnya tidak banyak seperti hari pertama," kata Bambang.Bambang mengatakan, aksi mogok makan yang dilakukan oleh warga korban lumpur yang tinggal di penampungan Pasar Baru Porong juga mendapat perhatian dari tim dokter independen."Tadi pagi warga yang ikut mogok makan diperiksa oleh dokter. Mereka memeriksa seluruh kesehatan para warga yang mogok," terangnya.Aksi mogok makan yang dilakukan warga korban lumpur sejak Jumat 11 Mei 2007 kemarin dipicu adanya pembagian jatah makan yang diterima para pengungsi pada Sabtu 5 Mei 2007 basi.Meski sudah melakukan protes ke Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo maupun ke Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), hingga saat ini permintaan mereka belum mendapatkan tanggapan yang memuaskan.Jumlah seluruh warga Desa Renokenongo yang tinggal di penampungan Pasar Baru Porong sebanyak 857 kepala keluarga (KK). Ada 3.359 jiwa yang menempati pengungsian berasal dari RT 1 hingga RT 8, serta RT 10 hingga RT 15. (bdh/sss)


Berita Terkait