1 Tahun Gempa Yogya, 88% Rumah Rusak Dibangun Kembali

1 Tahun Gempa Yogya, 88% Rumah Rusak Dibangun Kembali

- detikNews
Sabtu, 12 Mei 2007 16:21 WIB
Yogyakarta - Sekitar 88 persen dari 206.504 rumah warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang rusak berat dan roboh akibat gempa berhasil direhabilitasi dan direkonstruksi oleh pemerintah.Sedangkan di Provinsi Jawa Tengah sekitar 80 persen dari 99.730 rumah roboh juga sudah dibangun kembali.Hal itu diungkapkan Ketua Tim Teknis Nasional Dr Soetatwo Hadiwigeno, MA dalam acara "Refleksi satu tahun gempa bumi di Provinsi DIY dan Jateng" di Joglo Mlati, Kebonagung Mlati Sleman, Yogyakarta, Sabtu (12/5/2007).Dari jumlah tersebut, kata Tatwo, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Tim Teknis Nasional pada bulan April 2007, hampir sekitar 80 persen korban gempa sudah menempati kembali rumah permanen.Rumah-rumah tersebut dibangun mengunakan dana rehabilitasi dan rekonstruksi dari pemerintah. Sebagian lagi sisanya dibangun melalui dana bantuan dari donatur atau lembaga asing."Jumlah ini merupakan prestasi tersendiri yang patut kita sambut dengan gembira, karena lebih cepat dari daerah lain seperti di Aceh. Target ini juga sudah melebihi dari yang diharapkan pemerintah sendiri," katanya.Dia mengatakan, angka 80 persen adalah cukup besar, bila dihitung mulai pertama kali dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang mengucur ke masyarakat pada bulan Oktober 2006.Selama lebih dari 7 bulan, rekontsruksi rumah korban gempa berhasil berjalan dengan baik. "Sebagian besar warga korban gempa sudah menempati rumah permanen lagi. Sedangkan yang masih menempati rumah sementara atau shelter kurang dari 8 persen," katanya.Menurut dia, saat dilakukan rekonstruksi, Tim Teknis Nasional juga berhasil menekan para produsen semen dan besi beton untuk tidak menaikkan harga barang produksi. Namun tim teknis tidak berhasil menekan kenaikan harga-harga bahan bangunan dari alam seperti pasir, batu dan bambu yang dikelola rakyat."Kalau dari pabrikan kita mudah mengendalikan. Tinggal panggil semua dirut pabrikan sudah manut semuanya. Tapi kalau yang non-pabrikan kita tidak bisa mengendalikan harganya," kata dia.Sekjen Tim Teknis Nasional Prof Dr Danang Parikesit menambahkan, proses pembangunan rumah korban gempa diharapkan selesai tahun ini. Sebab tahun 2008 pemerintah akan melanjutkan program rehabilitasi non-rumah untuk membangkitkan kembali bidang ekonomi dan kesehatan yang juga rusak."Target kita, fondasi ekonomi rakyat juga segera pulih dengan cepat dan berdiri dengan kokoh kembali," katanya.Danang mengatakan, cepat terselesaikannya program rekonstruksi rumah korban gempa karena tingginya tingkat partisipasi warga. Pemerintah lebih banyak menyerahkan proses pembangunan kepada masyarakat sendiri. Masyarakat yang menentukan sendiri penggunaan dana bantuan bersama kelompok masyarakat. Sedangkan pemerintah hanya menyediakan fasilitator teknis dan pendamping lainnya."Meski sampai saat ini masih ada yang tinggal ditenda dan jumlahnya kurang dari 1 persen, kita berharap secepatnya mereka sudah tidak tinggal di tenda lagi, sehingga tidak kepanasan dan kehujanan akibat tinggal di luar," katanya. (bgs/sss)


Berita Terkait