Dagu Pilot Cuma Diplester, Pesawat Capung Jatuh Jadi Tontonan
Sabtu, 12 Mei 2007 13:58 WIB
Medan - Lokasi jatuhnya pesawat capung jenis Peper Pawne 235 buatan AS tahun 1987 menjadi tontonan warga. Pilotnya hanya terluka ringan. Cuma dapat selembar plester di dagunya.Sang pilot, Irwin Aristo (37), warga Jl Veteran, Pasar IV, Helvetia, Deli Serdang, Sumut, yang dirawat di RSU Tembakau Deli, Jl Putri Hijau, Medan, memang tidak perlu rawat inap.Saat muncul di ruang administrasi rumah sakit, pria bertubuh kurus, berkulit sawo matang yang mengenakan kaos putih dan celana bahan warna coklat itu tampak baik-baik saja.Namun Irwin tidak mau memberikan keterangan kepada wartawan maupun diambil gambarnya. "Janganlah," ucapnya singkat.Pesawat capung yang dipiloti Irwin jatuh di pinggir Sungai Bederak, perkebunan tembakau PT Perkebunan Nusantara II yang berada di Desa Klumpang Kebun, Kecamatan Helvetia, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, pukul 09.30 WIB.Pesawat capung bermuatan pestisida itu digunakan untuk menyemprotkan pestisida ke kebun tembakau. Namun terjatuh akibat terkena turbulensi.Seratusan warga masih berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian. Namun mereka tidak bisa mendekat karena ada police line. Terpasang juga tanda "Dilarang Merokok" untuk mencegah kebakaran akibat api dan panas terhadap pestisida yang dibawa pesawat capung. Cuaca mendung dan berangin kencang.Teknisi memastikan tidak ada kerusakan pesawat. Jadi memang penyebabnya angin yang berputar usai lepas landas. Lokasi jatuhnya pesawat sekitar 200 meter dari ujung landasan.Ada 2 pesawat sejenis milik PT PN II Tanjung Morawa. Satu pesawat lagi rusak dan berada di hanggar PT PN II di Desa Klumpang Kebun berwarna putih hijau. Sedangkan pesawat yang jatuh berwarna putih merah jambu.Kapolsek Hamparan Perak AKP Zainal Abidin yang ditemui di lokasi pesawat jatuh menyatakan, pihaknya melakukan pengamanan dan masih berkoordinasi dengan PT PN II maupun Dinas Perhubungan dan lembaga terkait mengenai penanganan pesawat."Kapan akan dipindah pesawat ya belum tahulah. Kita masih pengamanan sifatnya," ujarnya.
(sss/umi)











































