Juwarni Tewas Tercekik, Warga Sleman Minta Polisi Otopsi Jasad

Juwarni Tewas Tercekik, Warga Sleman Minta Polisi Otopsi Jasad

- detikNews
Sabtu, 12 Mei 2007 11:35 WIB
Yogyakarta - Resah mendapat teror selama dua bulan pasca tewasnya Juwarni dalam keadaan leher tercekik, warga Sleman meminta Tim Forensik RSU Dr Sardjito Yogyakarta dan Polres Sleman melakukan otopsi jenazah almarhumah.Proses otopsi jenazah dimulai pada Sabtu (12/5/2007) pukul 10.30 WIB di dekat liang kubur Juwarni. Juwarni meninggal di kamar rumahnya dengan kondisi leher tercekik pada 11 Maret 2007.Juwarni merupakan warga Dusun Jolanan, Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman. Juwarni selama hidupnya sebatang kara dan mengidap penyakit epilepsi.Kecurigaan warga muncul saat Juwarni ditemukan meninggal di kamar rumahnya dalam keadaan dikunci dari luar.Selain itu, pasca Juwarni meninggal, beberapa warga menerima teror SMS yang isinya berupa ancaman agar warga tidak mengungkit-ungkit kematian Juwarni.Ratusan warga sekitar menyaksikan proses otopsi jenazah. Di sekitar liang Juwarni terpasang police line.Namun bau busuk yang sudah mulai menyengat ketika dilakukan otopsi membuat warga langsung menyingkir menjauh dari lokasi otopsi. Sementara sejumlah pedagang makanan dan minuman dengan girang meladeni pelanggan dadakan.Kapolsek Ngemplak AKP Sasongko yang ikut dalam proses otopsi mengaku belum dapat berspekulasi kasus itu merupakan kasus pembunuhan. (nik/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads