Warga Meruya Selatan Diminta Waspadai Penyusup
Sabtu, 12 Mei 2007 10:37 WIB
Jakarta - Warga Meruya Selatan, Jakarta Barat, diminta merapatkan barisan menghadapi kemungkinan masuknya penyusup. Mereka biasanya menyusup untuk mengacaukan pemahaman warga.Peringatan itu disampaikan Wakil Ketua Forum Masyarakat Kelurahan Meruya Selatan Johanes dalam mimbar bebas yangdigelar di lapangan basket Komplkes Karyawan Walikota Jakarta Barat, Sabtu (12/5/2007). "Saya ingatkan, dalam forum-forum seperti ini lebih tingkatkan kewaspadaan dari penyusup-penyusup yang berniat merusak dan mengacaukan pemahaman masyarakat," tegas Johanes.Peringatan Johanes disampaikan berdasarkan pengalaman beberapa waktu lalu, saat terjadi dialog di Kampus UMB dan pertemuan di kelurahan."Waktu di kampus ada mahasiawa yang kontra. Yang di kelurahan ada satu orang yang ngomong kalau BPN membatalkan 23 sertifikat. Padahal itu sama sekali tidak benar dan konteksnya lain," beber Johanes.Meski tinggal di Kelurahan Meruya Selatan, Johanes termasuk beruntung. Tanah dan bangunan miliknya tidak termasuk lahan yang akan dieksekusi."Saya memang banyak mendapat pertanyaan dari warga, sertifikat saya nggak kena, rumah saya nggak kena, tapi kenapa harus ikut forum," katanya.Kena atau tidak, imbuh Johanes, yang penting seluruh warga berjuang bersama-sama menghadapi Porta Nigra agar hal ini tidak terjadi lagi di tempat lain.Mimbar bebas juga diisi orasi warga, di antaranya Ny Rama yang tinggal di Kompleks Karyawan Walikota Jakarta Barat.Namun selama orasi, Ny Rama lebih banyak menangis. Dia mengaku sedih tanah dan rumah yang dibelinya secara angsuran harus dieksekusi."Saya sedih dulu kita beli rumah dengan potong gaji, terus anak cucu kita nanti bagaimana seterusnya. Itu saja. Saya tidak bisa menahan sedih saya," kata Ny Rama dengan terbata-bata.
(umi/ndr)











































