Lolos Ujian, Sahabat Gelar Welcoming Back Buat Arman

Lolos Ujian, Sahabat Gelar Welcoming Back Buat Arman

- detikNews
Jumat, 11 Mei 2007 21:53 WIB
Jakarta - Tak lagi menjadi pejabat bukan berarti Abdul Rahman Saleh kehilangan teman. Buktinya selepas memegang jabatan sebagai Jaksa Agung, sebuah pesta justru digelar untuk menyambut pria yang biasa disapa Arman ini.Pesta untuk Arman digelar mulai pukul 20.15 WIB di Betawi Room Hotel Santika, Jl KS Tubun, Jakarta Barat, Jumat (11/5/2007). Acara ini banyak dihadiri para aktivis LSM dan praktisi hukum, antara lain Teten Masduki, HS Dilon, Adnan Buyung Nasution, dan Hotma Sitompul. Tidak hanya itu, pengganti Arman, Hendarman Supandji, juga ikut hadir.Tema acara yang serba Arman ini, terlihat di sekitar ruangan. Para tamu yang datang disambut dengan 2 buah papan berbalut kain putih, mereka diminta menuliskan pesan dan kesan mengenai Arman. Foto Arman ketika sedang memakai sepatu pun ikut dipajang. Karikatur-karikatur mengenai sosok pria sederhana ini juga ikut menghiasi ruangan."Kami mengucapkan welcoming back kepada Bang Arman. Beliau telah lulus dari kawah candradimuka," kata praktisi hukum yang juga sahabat Arman, Adnan Bayung Nasution disela-sela acara.Buyung menyatakan, perayaan ini memang khusus dilangsungkan untuk menyambut kembalinya Arman selepas tidak lagi menjabat di pemerintahan. "Selama 2,5 tahun menjadi jaksa tidak ada perubahan sama sekali dari beliau, beliau sama seperti yang dahulu, saat bareng saya di KPU, LBH," ujar Buyung saat bercerita mengenai sikap Arman.Tak hanya itu, pujian pun dilontarkan kepada Arman. Buyung menilai sahabatnya itu sebagai pribadi yang rendah hati, serius, kadang bergurau, tidak pernah menyombongkan diri, dan low profile. "Meskipun beliau dicampakkan di lumpur beliau tetap mengkilap," seloroh Buyung.Sedang Arman mengaku merasa terharu dibuatkan pesta seperti ini "Artinya selama di 2,5 tahun di Kejagung, kerja saya sesuai dengan koridor," ujar Arman.Berkomentar mengenai institusi yang pernah dipimpinnya dan para mantan anak buahnya, Arman menyatakan, ada kesan Kejagung adalah sarang para penyamun, padahal Kejagung itu justru sarang orang biasa."Sarang orang kurang gaji dan fasilitas, just ordinary, bukan tempat para malaikat," tegas Arman. (ndr/umi)


Berita Terkait