Ancaman Parpol Tarik Dukungan Tak Pengaruhi Kekuatan SBY
Jumat, 11 Mei 2007 17:08 WIB
Jakarta -
Ancaman sejumlah partai politik yang akan menarik dukungan terhadap pemerintahan SBY-JK karena menterinya dicopot dinilai tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap kekuatan SBY. Keberanian SBY mereshuffle para menteri itu sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan pertarungan pada 2009."Pergi atau tidaknya dukungan PBB dan PPP di kabinet tidak berpengaruh banyak. Karena 8 partai lain masih mendukung SBY. Jika dijumlah dukungan di parlemen masih 300 lebih," kata Eep Syaefullah Fatah, pengamat politik saat diskusi di Press Room Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (11/5/2007).Namun demikian, Eep mengingatkan SBY agar tetap waspada terhadap manuver parpol terutama PKS dan Partai Golkar menjelang Pemilu 2009. "Karena bisa saja, kedua partai ini terutama PKS tiba-tiba menarik dukungan sebelum pemerintahan SBY-JK selesai," ungkapnya.Sementara, pentolan Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PPP Saifullah Yusuf menegaskan, sikap PPP saat ini dapat memahami reshuffle yang dilakukan oleh SBY. Karena secara konstitusi reshuffle adalah hak prerogatif presiden.Namun dia tak membantah, hubungan parpol dengan pemerintah akan lebih dinamis setelah reshuffle jilid II ini. "Hubungan dengan pemerintah tidak akan putus kalau soal jabatan. Hubungan kami putus kalau sudah soal rakyat," tukas Gus Ipul.Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso membantah analisis Eep terkait manuver Partai Golkar pada tahun 2009. "Partai Golkar akan terus mendukung pemerintahan ini, sampai akhir jabatannya," janjinya.
(mar/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































