Dinamika Retret Kepala Daerah, Muzani Sebut Hubungan Prabowo-Mega Baik

Dinamika Retret Kepala Daerah, Muzani Sebut Hubungan Prabowo-Mega Baik

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 24 Feb 2025 12:38 WIB
Ahmad Muzani
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. (dok.Istimewa)
Jakarta -

Sejumlah kepala daerah kader PDIP tak hadir dalam rangkaian retret yang digelar Kemedagri di Akmil, Magelang. Partai Gerindra meyakini hal tersebut mempengaruhi hubungan Gerindra dengan PDIP.

"Oh saya belum tahu. Saya belum, baru baca berita tapi saya belum dapat cerita dari Kemendagri," kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani saat ditanyakan soal kepala daerah PDIP di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/5/2025).

Ditanya lebih lanjut, Muzani yakin hubungan Gerindra dan PDIP tak terpengaruh oleh tidak hadirnya kepala daerah PDIP di retret. Muzani yakin hubungan kedua partai tetap baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira nggak. Saya kira hubungannya baik," ujarnya.

Para kepala daerah PDIP menunda retret karena instruksi Ketum Megawati Soekarnoputri. Instruksi ini keluar setelah penahanan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh KPK di kasus Harun Masiku.

ADVERTISEMENT

Muzani menyatakan hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri akan tetap baik terlepas dari dinamika saat ini.

"Setahu saya baik. Baik," imbuhnya.

Gubernur Jakarta sekaligus kader PDIP Pramono Anung diketahui kembali muncul di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Pramono irit bicara tapi menyebut Magelang.

"Bismillah, Magelang," kata Pramono saat ditemui wartawan di lantai atas terminal keberangkatan YIA, Temon, Kulon

Pramono sempat ditanya apakah kedatangannya kali ini bakal ikut retret kepala daerah di Akmil Magelang. Pramono tidak menjawab dan hanya melambaikan tangan ke wartawan.

Simak Video 'Pengamat Menilai Instruksi Megawati Tunda Retret Perkeruh Hubungan PDIP-Gerindra':

(rfs/gbr)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
Selengkapnya



Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Ajang penghargaan persembahan detikcom bersama Polri kepada sosok polisi teladan. Baca beragam kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini.
Hide Ads