Warga Pekanbaru Heboh, Istri Muda Ditemukan Gantung Diri
Kamis, 10 Mei 2007 18:32 WIB
Pekanbaru - Seorang ibu rumah tangga yang berstatus sebagai istri muda ditemukan gantung diri. Sang suami mengaku tidak pernah cekcok. Tapi polisi curiga bahwa kasus ini bukan gantung diri. Tewasnya ibu muda, Malimar (24), membuat heboh masyarakat Perumahan Cendana, Jl. Kapau, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Orang paling pertama yang menemukannya tidak lain, suaminya sendiri Yusmar (53). Sang suami melihat istri keduanya itu tergantung di pintu belakang rumahnya hanya dengan kain sarung, pada Kamis (10/5/2007) sekitar pukul 11.00 WIB. Tak lama setelah itu, kabar kematian sang istri keduanya ini pun menyebar ke seluruh peruhaman. Warga pun berduyun-duyun menyaksikan kejadian tersebut. Warga pun heran, selama ini wanita yang masih muda itu terkenal baik dan ramah dengan tetangganya. Sedangkan Yusmar kepada wartawan menceritakan, saat itu dirinya baru saja kembali berjualan nasi. Dia berniat ingin istirahat di rumah istri keduanya. Namun ketika pintu depan diketuk, tidak ada sautan dari dalam rumahnya. "Bolak-balik saya panggil, tidak ada sautan dari dalam. Lantas jendela depan saya buka paksa. Begitu tirai saya buka, terlihat istri saya tergantung di bagian pintu belakang," kata Yusmar. Melihat istrinya tergantung, Yusmar pun lantas menjerit. Dia meminta pertolongan warga. Akhirnya warga berdatangan dan membantu mendobrak pintu depan yang terkunci. Warga dan suaminya mencoba melepaskan Malimar yang tergantung. Namun, dipastikan wanita itu tidak bernyawa lagi. Yusmar yang berbadan tambun ini mengaku tidak pernah bertengkar dengan istri keduanya yang baru dia nikahi bulan lalu itu. Dia merasa hubungan istri pertama dengan keduanya berjalan akur. Sebab, istri keduanya ini tidak lain masih saudara sepupu dengan istri pertamanya. "Belakangan ini kami belum pernah bertengkar," kata pria yang sehari-hari berjualan nasi goreng di Jl Bukit Barisan, sekitar 10 km dari rumahnya. Kendati demikian, polisi menaruh curiga atas kematian istri muda ini. Soalnya, polisi melihat ada kejanggalan dalam gantung diri itu. Salah satunya lidah Malimar tidak terjulur sebagaimana para korban gantung diri. Di samping itu, ikatan kain sarung yang terbelit di lehernya juga dianggap tidaklah cukup untuk bisa mencekik leher. Artinya kain sarung yang membelit lehernya tidaklah terikat ketat. Jadi besar kemungkinan, Malimar terlebih dahulu dibunuh, setelah itu digantung untuk menghilangkan jejak pembunuhan. "Kita sudah mengamankan suaminya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kematian gantung diri ini banyak kejanggalannya. Kami melihat ini korban sengaja dibunuh," kata Kapolsek Tenayan Raya, Iptu Ardinal Efendi.
(cha/asy)











































