Pemerintah Sulit Terapkan Rekomendasi EKKT
Kamis, 10 Mei 2007 18:10 WIB
Jakarta - Masa kerja Timnas Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi (EKKT) berakhir. Tidak semua rekomendasi mereka untuk meningkatkan kualitas tranpsortasi nasional dapat diterapkan pemerintah.Hal ini diungkapkan Menhub Jusman Syafii Djamal pada wartawan usai mendampingi Timnas EKKT menyampaikan hasil kerja tiga bulan terakhir pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)."Setelah melihat rekomendasi ini, presiden menilai tidak mungkin semua dilaksanakan karena membutuhkan anggaran besar sekali. Harus ada skala prioritas," ujar Jusman di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (10/5/2007).Terkait dengan penyusunan prioritas di atas, Presiden SBY memberi waktu 10 hari pada EKKT untuk menyelesaikannya. Rekomendasi program yang jadi prioritas itu nanti meliputi aspek penganggaran, harmonisasi dengan regulasi dan program sebelumnya sampai koordinasinya dengan lembaga teknis terkait yang akan melaksanakan."Jadi 10 hari ke depan ada ratas khusus untuk melihat hasil harmoninasi kesimpulan dan rencana EKKT. Saya ikut susun sebagian rekomendasi dan saya sekarang diwajibkan melaksanakannya," imbuh Jusman yang memang merupakananggota EKKT itu.Rekomendasi yang disampaikan EKKT pada kepala negara sore ini, terdiri dari tujuh buku untuk masing-masing moda transportasi. Perbaikan infrastruktur keselamatan dan keamanan, selalu ada dalam tiap buku tersebut."Rekomendari transportasi darat 17 butir, 12 di antaranya khusus kereta api. Rekomendasi penyeberangan sungai dan danau ada tujuh. Tapi bukan berarti yang 17 lebih kacau dibanding tujuh. Bisa jadi sebaliknya karena lebihmahal dan lebih dahsyat," ungkap Jubir EKKT, Prof. Oetaryo Diran.
(lh/asy)











































