Mayoritas DPC PBB di Jateng Ingin Kaban Tetap di Kabinet
Kamis, 10 Mei 2007 16:08 WIB
Solo - Sebagian besar pengurus DPC PBB di Jawa Tengah (Jateng) tetap menginginkan Ketua Umum DPP PBB MS Kaban bertahan di kabinet. Alasannya, selain dianggap sebagai representasi partai, Kaban juga dianggap berhasil membenahi Dephut sehingga akan berdampak menaikkan popularitas pribadi maupun partainya. Rabu malam kemarin, para pengurus DPC dan DPW PBB Jateng menggelar pertemuan di kantor DPW PB Jateng di Semarang. Inti pertemuan memberikan kontribusi pemikiran kepada DPP tentang sikap yang akan diambil partai pasca-reshuffle yang mendepak Yusril Ihza Mahendra - salah satu kader PBB - dari kabinet. "Hanya empat DPC yang mengusulkan agar Pak MS Kaban ditarik dari kabinet sebagai sikap PBB kepada SBY yang menzalimi Pak Yusril. Sedangkan sebagian besar lainnya (31 DPC-red) tetap meminta Pak Kaban berada di kabinet," ujar ketua DPC PBB kota Surakarta, Arif Wibowo, Kamis, (10/5/2007). Alasan agar tetap bertahan di kabinet, kata Arif, karena saat ini tinggal Kaban yang menjadi representasi PBB di kabinet. "Kalau mau oposisi, oposisi yang seperti apa? Sistem politik di negara ini tidak memungkinkan opisisi. Partai sebesar PDIP pun tidak memiliki kekuatan memadai ketika menyatakan sebagai opisisi," ujarnya. "Persoalan koalisi ke depan akan bergabung dengan siapa, itu masih ada waktu untuk dipertimbangkan karena masih ada waktu cukup longgar hingga 2009 mendatang. Apakah nantinya ikut SBY atau Kalla, yang kemungkinan besar akan pecah, kita masih punya waktu menimbang-nimbang," lanjut dia. Alasan berikutnya adalah, sejauh ini Kaban dinilai berhasil membenahi Dephut, departemen yang dipimpinnya. Padahal persoalan hutan di Indonesia adalah persoalan urgen yang menyangkut nasib seluruh warga dan bukan hanya menjadi kepentingan kader PBB. Keberhasilan Kaban ini diharapkan mampu mendongkrak popularitas Kaban sebagai ketua umum partai maupun popularitas PBB di mata publik. "Di samping itu, sebagai pimpinan partai, pastinya keberhasilan itu bisa menjadi sarana kampanye untuk PBB tanpa harus berkampanye vulgar dalam bertugas sebagai menteri," kata Arif. Sedangkan dengan kecakapan dan kapasitasnya sebagai pakar hukum, Yusril diharapkan mampu membenahi internal partai. Yusril diharap turun ke daerah-daerah untuk berkonsolidasi tanpa lagi terbebani jabatan sebagai menteri. Arif menjelaskan semua aspirasi DPC se Jateng itu telah dikirim ke DPP melalui faksimili. "Semua aspirasi tanpa dikurangi dan ditambahi telah dikirim ke DPP oleh DPW Jateng. Baik aspirasi yang ingin menarik maupun yang ingin tetap mempertahankan Pak Kaban dari kabinet, semua dikirim tadi malam jam 01.00 WIB," kata dia.
(mbr/asy)











































