Cuci Mata Reklame di Shanghai

Laporan dari Cina

Cuci Mata Reklame di Shanghai

- detikNews
Kamis, 10 Mei 2007 13:12 WIB
Cuci Mata Reklame di Shanghai
Shanghai - Di Jakarta kita sering kali dibuat suntuk dengan susunan papan reklame yang tumpang tindih dan semrawut. Tidak demikian halnya dengan di Shanghai. Sebagai pusat perdagangan, aneka macam media reklame malah menjadi penghias setiap jengkal pusat keramaian. Tampilannya yang unik dan atraktif malah membuat kita betah "cuci mata".Menyusuri jalanan di pusat kota Shanghai, kita akan menjumpai aneka macam media reklame yang bertengger mulai dari dinding-dinding gedung, halte bus, tepian trotoar atau bahkan yang melayang di udara dan berlayar di atas sungai.Di sela-sela acara Hewlett-Packard Mobility Summit 2007 yang berlangsung di Shanghai, Cina, reporter detikcom Ni Ketut Susrini meluangkan waktu untuk menikmati suasana kota.Saat berkunjung ke Bund, kawasan penting di Shanghai yang terletak di seberang Sungai Huangpu, kita bisa menikmati suasana sungai yang dinamis. Berdiri di tepi sungai sangatlah menyenangkan. Dari sana kita bisa menikmati hamparan sungai berikut kapal yang lalu-lalang di atasnya. Kapal-kapal yang lewat biasanya adalah kapal barang, namun banyak juga kapal yang memuat wisatawan.Salah satu kapal yang unik adalah kapal reklame. Kapal ini berukuran cukup besar. Yang membedakannya dengan kapal-kapal lain adalah kapal ini memiliki layar raksasa di atas dek yang menayangkan iklan berbagai produk.Saat lewat, sudah pasti semua mata memandang ke arahnya. Apalagi jika materi iklannya memajang model cantik seperti Zhang Ziyi, artis kelahiran Beijing yang menjadi model iklan sebuah produk kosmetik.Para wisatawan yang datang, tak mau begitu saja melewatkan kesempatan tersebut. Tanpa dikomando, semuanya lalu membidikkan lensa kamera ke arah kapal reklame yang melintas. Sungguh sebuah media iklan yang menyenangkan sekaligus efektif tentunya.Setinggi RumahDari tempat yang sama kita bisa melepas pandangan ke pemandangan sekitar. Sekali sapu, kita bisa lihat semua bangunan yang ada di tepian sungai memajang logo produknya besar-besar. Di malam hari, cahaya lampu warna-warni dari neon box menjadi ornamen tersendiri yang membuat pemandangan jadi makin semarak. Dari sini kita juga bisa melihat sebuah gedung pencakar langit yang melapisi seluruh sisi depannya dengan animasi gambar bergerak. Gambar yang ditampilkan tentu saja berupa iklan berbagai produk yang tampil silih berganti. Kita seperti menyaksikan tontonan "gratis" di layar raksasa.Melongok ke atas, kita bisa menyaksikan hasil kreativitas lainnya dari para pembuat iklan. Di atas kita, sesekali melintas sebuah balon udara berbentuk pesawat. Ketika detikcom berada di sana, sebuah balon udara milik perusahaan ban sedang melintas dari arah Bund ke atas Sungai Huangpu.Aneka bentuk dan warna neon box banyak ditemui di dinding-dinding gedung di pusat kota Shanghai. Semuanya berlomba-lomba memajang neon box yang paling atraktif. Sebuah perusahaan minuman ringan bahkan memajang sebuah neon box berbentuk botol minuman yang menjulang setinggi rumah. Di bagian atasnya, terdapat merek minuman tersebut dalam aksara aslinya dan juga aksara Cina. Tanpa menoleh ke arahnya pun, neon box tersebut sudah pasti akan menyita perhatian siapa saja yang melintas di depannya.Saat melintasi jalan Nanjing, kanan-kiri jalan sedang berhias ratusan lampion bulat berwarna merah, dengan tulisan aksara Cina di luarnya.Ternyata, lampion-lampion yang bergelantungan itu adalah media promosi sebuah perusahaan telekomunikasi di Cina. Saat malam hari, lampion-lampion tersebut mengeluarkan cahaya sehingga menambah terang suasana kota.Atap HalteTepian jalan di berbagai ruas jalanan kota di Shanghai adalah area padat reklame. Di setiap halte bus, kursi, dinding dan atap halte selalu dilukisi materi iklan aneka produk. Tak jauh dari halte, kita bisa menemukan box reklame setinggi manusia dewasa yang menampilkan iklan berbagai produk. Selang beberapa waktu, materi iklan di box tersebut selalu berganti, berputar dari bawah ke atas. Malam harinya, box tersebut mengeluarkan cahaya aneka warna yang disesuaikan dengan materi iklannya.Karena berderet rapi dan dibiarkan bersih tanpa coretan pengganggu, media reklame yang ada malah menyenangkan untuk dilihat. Andai Jakarta bisa seperti itu..... (nks/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads