Becak Mulai Marak di Jakut

Becak Mulai Marak di Jakut

- detikNews
Kamis, 10 Mei 2007 11:37 WIB
Jakarta - Tidak kurang 50 becak kembali terlihat di beberapa sudut jalan, khususnya di beberapa pasar tradisional di Jakarta Utara. Seperti terlihat di Pasar Rawa Badak, Pademangan dan Cilincing. Becak-becak itu melayani ibu-ibu yang membawa barang belanja pasar berupa sayuran dan sembako. Menurut salah satu penarik becak, Suwarno (37), dirinya terpaksa kembali mengayuh becak karena desakan ekonomi. Penghasilan sebagai PKL minuman ringan dinilai kurang mencukupi untuk menafkahi istri dan keempat anaknya yang masih kecil. "Kalau jualan minuman, pesaingnya banyak. Kalau narik becak masih sedikit. Lumayan ada peningkatan," ucap Suwarno, warga RT11/14 Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, Kamis (10/5/2007). Dengan menarik becak, ia mengaku sehari dapat penghasilan Rp.20.000 hingga Rp 30.000 perhari. Nilai itu telah dipotong ongkos sewa becak Rp. 10.000 kepada pemilik becak.. "Saya tidak tahu becak ini dari mana. Kata temen-temen sih dari Indramayu," tambahnya. Beberapa teman Suwarno membenarkan. Namun, para penarik becak belum dapat beroperasi secara terang-terangan, karena tahu, becak masih illegal. "Ya di jalan-jalan kecil di kampung saja. Kalau di jalan besar nggak berani," kata Abdullah (35), penarik becak yang mangkal di Pasar Permai Tanjung Priok. Namun dari pantauan detikcom, beberapa becak terlihat di jalan besar seperti Jl RE Martadinata, Jl Enggano, dan Jl Cakung-Cilincing. Becak-becak itu harus berhimpitan dengan kendaraan besar, kontainer dan truk tangki yang membahayakan pengemudi becak dan penumpangnya. Selain itu, jalan menjadi sedikit semrawut dan terkadang membuat kemacetan makim susah terurai. (Ari/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads