Banjir Bandang di Tapanuli Utara, 7 Rumah Rusak Berat
Rabu, 09 Mei 2007 21:55 WIB
Medan - Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menyebabkan tujuh rumah rusak berat, dan puluhan rumah lainnya tergenang lumpur. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.Banjir bandang itu melanda kawasan Simarlailai, di Desa Pansurnapitu, Kecamatan Siatas Barita. Keterangan yang diperoleh detikcom di Medan, Rabu (9/5/2007), bencana ini menyebabkan tujuh unit rumah hancur. Sementara itu, rumah yang tergenang lumpur sebanyak 41 unit.Rumah yang rusak berat itu masing-masing milik Pangerbes Simanjuntak, Guru Maruli Tambunan, Oma Bambang Panggabean, Santun Simanjuntak, Harapan Parapat, dan Op Robetta Hutabarat, Op Lamsihar Panggabean/Simanjuntak."Sejauh ini penanganan bencana sudah dilakukan. Warga yang rumahnya rusak, saat ini bermalam di rumah keluarga masing-masing," kata Kepala Satuan Pelaksana Penanganan Bencana Alam dan Pengungsi, Kabupaten Tapanuli Utara, BP Siahaan, pada detikcom.Banjir bandang itu terjadi pada Selasa, 8 Mei 2007, sekitar pukul 23.30 WIB. Air yang bersumber dari kawasan hulu Sungai Bulu - Pansurnapitu, membawa serta batang-batang kayu, yang sempat menghalangi jalur transportasi Tarutung (ibukota Tapanuli Utara) menuju Sipirok di Kabupaten Tapanuli Selatan.Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Taput sudah melakukan pembersihan di kawasan pemukiman dengan mengerahkan sejumlah alat-alat berat. Jalur transportasi yang semula tertutup kayu sudah dibuka kembali.
(rul/gah)











































