Absen di Istana, Gus Ipul Minta Jangan Ditafsir Macam-macam
Rabu, 09 Mei 2007 20:43 WIB
Jakarta - Saifullah Yusuf menegaskan dirinya sudah sangat legowo melepas jabatannya selaku anggota kabinet indonesia bersatu. Dia berharap ketidakhadirannya dalam pelantikan tadi siang tidak dijadikan isu yang dapat memperkeruh situasi."Tidak ada masalah, yang penting kita saling memahami. Kita sudah saling memahami tidak ada kekecewaan. Ketika kita bersedia menjadi pembantu presiden kita juga harus bersedia melepaskannya," kata pria yang akrab dipanggil Gus Ipul itu.Hal tersebut dikemukakannya dalam acara serah terima jabatan (sertijab) di kantor Kementerian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT), Jl Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu (9/5/2007).Dalam pidatonya, Gus Ipul sangat bergembira karena dirinya diganti oleh Lukman Edy. Sebab selama ini Lukman sangat sering memberi kritikan atas kinerja kementerian yang ia pimpin."Dulu Pak Lukman sering mengkritik. Saya senang sekarang yang mengkritik yang pegang jabatan. Kalau dulu Pak Lukman sering bilang. Di sini kurang ini kurang itu, saya katakan pada Pak Lukman sekarang di sini semuanya serba kurang," ujarnya.Sambil menyerahkan memo tugas, Gus Ipul berpesan pada penggantinya untuk meneruskan program-program yang selama ini telah dirintisnya. Hal ini terkait dengan penambahan fungsi kementerian ini dari semula sebagai koordinator untuk pelaksanaan daerah tertinggal, lalu mempunyai fungsi sebagai pengawas kegiatan pembangunan daerah tertinggal.Warisan lainnya yaitu mengejar penyelesaian keppres mengenai percepatan pembangunan daerah tertinggal yang drafnya prosesnya hanya tinggal menyerahkan draf ke kepala negara."Dulu kementerian ini dipandang setengah mata, sekarang tolong jadikan matanya lengkap. Kalau perlu empat mata," kelakar Gus Ipul.
(gah/gah)











































