Labrak Pengadilan & MA
5.000 Warga Meruya Demo 14 Mei
Rabu, 09 Mei 2007 18:21 WIB
Jakarta - Putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan PT Porta Nigra atas lahan seluas 78 hektar di Meruya Selatan, Jakarta Barat, mendapat protes keras dari warga setempat. Mereka pun siap menggelar demo besar-besaran menolak eksekusi lahannya yang akan dilakukan tanggal 21 Mei nanti."Kami akan mengadakan demo-demo tapi masih menunggu keputusan besok siang," kata Ketua Forum Masyarakat Meruya Selatan Kaharudin Dompu di posko forum yang juga rumah ketua RT 5 RW 6, Meruya Selatan, Rabu (9/5/2007)."Rencana kami, tanggal 14 dan 16 Mei ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Pengadilan Tinggi Jakarta, dan MA. Minimal 5.000 orang," imbuhnya. Janji Gubernur Sutiyoso untuk pasang badan bila eksekusi dipaksakan mendapat apresiasi warga Meruya Selatan. "Sejak dari semalam saat mendengar komitmen Pak Gubernur dan DPR RI tadi siang masyarakat mulai agak tenang. Tapi tetap bersiap menghadapi tanggal 21 nanti," tambah Kaharudin.Kondisi di Meruya Selatan hingga hari ini masih dihiasi spanduk berbagai ukuran yang dipasang di tepi jalanan. Seperti yang tampak di Jl Saaba', Jl Meruya Selatan, dan Jl Menara 4. Spanduk itu bertuliskan antara lain "Keputusan MA yang mengeksekusi tanah di Meruya Selatan ngawur", dan "Kami siap mati demi tanah leluhur".Lahan Meruya Selatan telah menjadi perkampungan modern. Di situ terdapat perumahan Pemprov DKI Jakarta, rumah produksi Cek & Ricek, rumah susun, maupun kampus Universitas Mercu Buana.
(gah/nrl)











































