Korban Lift PT Olympic Garmen Masih Dirawat Intensif

Korban Lift PT Olympic Garmen Masih Dirawat Intensif

- detikNews
Rabu, 09 Mei 2007 14:05 WIB
Jakarta - Sejumlah korban kecelakaan lift di PT Olympic Garmen masih dirawat intensif di Paviliun Al Farobi, RS Islam Jakarta Utara, Jl. Tipar Cakung, Semper, Jakarta Utara. Puluhan rekan korban berdatangan untuk menjenguknya. Para rekan korban yang masih menggunakan seragam perusahaan itu berusaha memastikan kondisi teman-temannya yang mengalami kecelakaan lift pada Selasa (8/5/2007) malam. "Saya waktu itu kebetulan pulang duluan. Jadi tidak ikut dalam lift naas itu. Semoga teman saya (Lidia) selamat," harap Rini (28), yang berada di samping Lidia (26) yang tergolek lemas menahan sakit.Kondisi Lidia terbilang parah. Kaki kanan patah sehingga harus di-gips dari pinggang hingga pergelangan kaki. Sementara pinggangnya terasa sakit dan ngilu."Saya sedang di tengah lift. Ada 24 orang di lift itu. Itu memang lift barang. Tapi, karena pintu tangga yang biasa kami gunakan terkunci, kami terpaksa memakai lift barang. Tak tahunya, setelah pintu tertutup, lift langsung jatuh ke lantai satu dari lantai dua," ujar Lidia menahan perih mengingat peristiwa itu.Kejadian yang menimpa karyawan PT Olympic Garmen di KBN Cakung berlangsung cepat. Setelah lift jatuh, pihak sekuriti langsung membawa para korban ke klinik terdekat. Namun karena polisi tidak bisa menangani, korban langsung dirujuk ke RSI Jakarta Utara untuk pengobatan darurat. Dari 24 karyawan yang berada di dalam lift, 11 orang mengalami luka-luka serius seperti patah kaki dan retak pinggang. "Kondisi Mirdanita (24) lebih parah. Ia harus operasi. Untungnya pihak perusahaan mau tanggung jawab membayari ogkos rumah sakit," tambah Rini.Sekarang, tinggal sembilan orang yang dirawat intensif di RSI. Wajah-wajah mereka masih menyembunyikan ketakutan dan perasaan shock atas peristiwa semalam.Hingga saat ini pihak Polsektro Cilincing masih melakukan olah TKP untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut. "Kami pastikan adanya unsur kelalaian atau tidak. Kami masih memeriksa saksi-saksi dan keterangan dari pihak perusahaan," ujar Kanit Reskrim Polsektro Cilincing, Iptu Sutikno ketika dihubungi lewat telepon. (Ari/asy)


Berita Terkait