2 Korban Bentrok UISU Masih Dirawat di RS Permata Bunda
Rabu, 09 Mei 2007 12:57 WIB
Medan - Dua korban bentrokan di kampus Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) saat ini masih dirawat di RSU Permata Bunda. Wajah dan sekujur tubuh mereka babak belur.Dua korban itu adalah Bambang Indra Gunawan (24), staf administrasi yayasan, dan Amirudin (20), pegawai kantor yayasan.Keduanya kini dirawat di Ruang Baiduri III, Lantai 3, RS Permata Bunda, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumut. Rumah sakit itu hanya berjarak 2 kilometer dari kampus UISU.Pantauan detikcom, Rabu (9/7/2007), Bambang terlihat memar di bagian kepala dan kelopak mata lebam. Sementara Amirudin mengalami luka nyaris di sekujur tubuhnya.Di kepala Amir terdapat luka bekas pukulan benda tumpul, lengan dan kakinya lebam. Sementara 4 gigi depannya tanggal.Kepada wartawan, Bambang bercerita saat penyerangan kubu Hj Syairani ke dalam kampus, dia berada di ruang administrasi Fakultas Ilmu Pendidikan. Bambang bermalam di kampus karena suatu urusan.Selama 3 jam, Bambang aman bersembunyi di ruangan tersebut. Namun sekitar pukul 08.00 WIB, persembunyiannya diketahui kubu penyerang."Saya kemudian ditarik, dipukuli, diseret seperti zaman PKI. Padahal saya tidak tahu apa-apa," tutur Bambang lirih.Sementara kondisi Amir tidak jauh berbeda. Amir bahkan dipukuli sesaat setelah penyerang masuk ke kampus. Saat itu dia sedang berada di kantin UISU, tempatnya menginap selama ini."Saya memang sudah satu tahun tinggal dan menginap di kantin. Saya tidak tahu apa-apa, tiba-tiba banyak orang datang. Saya dipukul dan diseret," ujar Amir.Amir kemudian menyelamatkan diri ke jalan. Dia lalu menyetop becak yang kebetulan lewat dan langsung menuju RS Permata Bunda.Cerita yang sama juga dituturkan Sawaludin (45), penjaga kantor yayasan.Saat penyerangan terjadi, Sawal mengaku sedang berda di ruang salat Fakultas Teknik. Saat itu, dia mendengar ada yang memanggilnya, saat menengok dia langsung dipukuli. diseret dan disuruh keluar kampus."Saya bermalam di UISU tadi malam, karena kalau keadaan hujan saya sering menginap di kampus, takut banjir. Lagi pula hari ini kan masih ujian, saya menyiapkan ruangan untuk ujian," tuturnya.Ketiga orang ini merupakan bagian dari belasan korban luka penyerangan kubu Hj Syairani Nasution ke kampus UISU yang diduduki kubu Helmi Nasution.
(umi/sss)











































