Gigi Rokhmin Dirawat Pakai Dana Nonbujeter DKP
Rabu, 09 Mei 2007 12:29 WIB
Jakarta - Dana nonbujeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) banyak sekali gunanya. Dari membiayai kampanye capres, membantu nelayan, bencana alam, sampai membiayai perawatan gigi Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2000-2004, Rokhmin Dahuri.Hal itu terungkap dalam kesaksian mantan Kepala Pusat Pendidikan dan PelatihanAparatur DKP drg Farida Lukman dalam sidang kasus korupsi dana nonbujeter dengan terdakwa Rokhmin Dahuri di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Gedung Uppindo, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (9/5/2007).Walau bekerja di DKP, Farida adalah seorang dokter gigi. Namun bukan Farida yang mengobati Rokhmin langsung."Saya yang biasanya yang mengantar karena kebetulan saya dokter, keluarga sayadokter. Saya kan dulu kerja di Depkes," jelas Farida di hadapan majelis hakim yang diketuai Mansyurdin Chaniago.Menurut Farida, harusnya biaya perawatan sakit sang menteri menggunakan Askes laiknya pejabat atau pegawai negeri lainnya. Sehingga, masuknya data biaya perawatan gigi Rokhmin ke dalam pembukuan dana nonbujeter karena tak sengaja."Biasanya menteri pasti ada Askes. Jadi kuitansi (perawatan gigi) itu mungkinketelingsut, karena harusnya ditanggung askes," kata Farida yang kemudian pensiun pada Februari 2007 lalu pada posisi Kepala Biro Umum DKP itu.Rokhmin yang kali ini mengenakan kemeja warna putih kemudian mengklarifikasikesaksian Farida itu. Rokhmin menyatakan tidak menyadari bahwa biaya perawatangiginya itu dibebankan pada dana nonbujeter."Saya pikir semua pengobatan itu dari askes," kata Rokhmin.Selain untuk perawatan giginya, menurut Farida, Rokhmin juga meminta dana nonbujeter menanggung biaya operasi katarak anak nelayan dari Cirebon. Rokhmin kemudian membenarkan permintaan itu.
(aba/nrl)











































