Arman Dicopot dari Posisi Jaksa Agung, Ada Parpol yang Girang
Rabu, 09 Mei 2007 11:50 WIB
Jakarta - Selama menjabat sebagai Jaksa Agung, Abdul Rahman Saleh, dinilai bekerja bagus. Namun pria yang akrab disapa Arman ini malah dicopot. Partai mana yang girang?Pencopotan yang tidak disangka-sangka itu ditengarai karena adanya pertarungan politik yang luar biasa."Saya kira, diturunkannya Arman menyenangkan parpol tertentu yang khawatir dengan gebrakan Arman," ujar Direktur Bantuan Hukum dan Advokasi YLBHI Taufik Basari kepada detikcom, Rabu (9/5/2007).Partai mana yang dimaksud, Taufik enggan menyebutkannya secara gamblang. Dia hanya memberikan secuil kisi-kisi."Partai itu menempatkan kadernya di salah satu pos Kabinet Indonesia Bersatu di bidang hukum," katanya.Setelah reshuffle kabinet jilid II, orang yang menempati pos di bidang hukum adalah Andi Mattalata yang menjadi Menteri Hukum dan HAM. Mattalata berasal dari Partai Golkar.Dalam pandangan Taufik, selama Arman menjadi Jaksa Agung, sejumlah terdakwa koruptor di daerah diseret ke meja hijau. Namun Taufik menilai, yang banyak diseret adalah para pejabat di daerah dari partai yang tidak menguasai pemerintahan."Arman baru mengerjakan ujian yang mudah. Tapi ada kekhawatiran secara bertahap dia akan menyentuh parpol tertentu. Karenanya ada sedikit tekanan ke Presiden SBY untuk mencopot Arman," beber dia.Tekanan bagi SBY, lanjut Taufik, adalah mencopot Arman. Sedangkan siapa pengganti Arman, tidak ada tekanan."Jadi meski SBY mungkin masih butuh Arman, cuma mungkin SBY harus kalah dan mengalah dengan tekanan di sekitarnya," tukas dia.
(nvt/sss)











































