Belajar Pembenahan KA dari Jepang
Rabu, 09 Mei 2007 23:55 WIB
Jakarta -
Transportasi yang aman dan nyaman tentu menjadi idaman semua orang. Untuk membenahi sistem perkeretaapian sebagai transportasi primadona masyarakat, bisa melirik Jepang.Pembenahan perkeretaapian seperti di Jepang bisa diaplikasikan di Indonesia. Bagaimana caranya?"KA penumpang antarkota di Pulau Jawa menjadi 2 atau 3 juridiksi regional, masing-masing sebagai perusahaan terpisah yang juga mengurus prasarana," ujar pengamat transportasi Harun Al Rasyid Lubis.Hal itu disampaikan Harun kepada detikcom, Selasa (8/5/2007).Sementara KA barang, lanjut dosen ITB ini, bebas melintas asal membayar pungutan track kepada KA wilayah."Ini lebih cocok dengan perkembangan pasar angkut KA saat ini, yang lebih terkonsentrasi dalam jarak dekat dan semangat pelaksanaan otonomi daerah," bebernya.Selain cara itu, bisa pula diambil cara rencana pembentukan Divisi Maintenance, Operation dan Construction prasarana."Divisi itu sebagai cikal bakal badan penyelenggara prasarana yang terpisah dari PT KA kelak," imbuh dosen ITB ini.PT KA, lanjut dia, hendaknya segera mempercepat agenda spin-off KA komputer yg juga masih tertunda. Dicontohkan dia, KA Jabotabek, juga KA batubara Sumsel, masing-masing menjadi anak perusahaan."Kembali keputusan dan pilihan sepenuhnya ada di tangan pemerintah pusat. Salah pilih, bisa makin kusut," tukas dia.
(nvt/mly)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































