125 Buku Sejarah Tanpa PKI Ditarik di Semarang
Selasa, 08 Mei 2007 16:22 WIB
Jakarta - Penarikan buku sejarah yang tidak mencantumkan pemberontakan PKI Madiun 1948 dan 1965 baru dilakukan di Semarang. Meski cukup telat jika dibanding kota-kota lain, hasilnya lumayan, sebanyak 125 buku ditarik!Penarikan buku dilakukan kios-kios yang menggelar dagangannya di samping Stadion Diponegoro, Jalan Stadion Timur Semarang, Selasa (8/5/2007). Dari pengecekan di 27 kios, petugas Kejaksaan Negeri menemukan 109 buku laik tarik.Para pedagang tampak pasrah dengan penarikan barang dagangannya, karena petugas kejaksaan menyodorkan surat perintah penarikan Kejaksaan Agung. Mereka membiarkan buku-bukunya ditarik meski tanpa ada kompensasi apapun."Hari ini, kita dapatkan 109 buku. Sementara kemarin hanya 16 buku. Jadi total sampai hari ini kita tarik 125 buku. Penarikan ini dilakukan atas dasar surat Kejaksaan Agung awal April lalu," kata petugas Kejari Alex kepada detikcom.Buku-buku yang ditarik di antaranya terbitan PT Yudhistira, Erlangga, Galaksi Puspa Mega, Esis, Ganesa Exact, dan Grasindo. Seluruh buku pelajaran SMP/ MTs dan SMA/MA/SMK ini dibuat dengan mengacu pada Kurikulum 2004.Kejaksaan meminta pedagang buku tidak memperjualbelikan lagi buku-buku sejarah yang telah dilarang, sehingga barang dagangannya aman dari penarikan. Pasalnya, kejaksaan akan tetap menarik seandainya ada laporan buku-buku yang dilarang masih beredar.Penarikan tak hanya dilakukan pada kios-kios, namun juga toko buku besar. Sebagaimana, Senin (7/5/2007) kemarin, Toko Buku Gramedia di Jalan Pandanaran dan Jalan MT Haryono jadi target. Hasilnya, 16 buku yang dilarang ternyata masih diperjualbelikan.
(try/djo)











































