Reshuffle Jilid 2 Dinilai Taktik SBY Menangkan Pemilu 2009

Reshuffle Jilid 2 Dinilai Taktik SBY Menangkan Pemilu 2009

- detikNews
Selasa, 08 Mei 2007 15:13 WIB
Jakarta - Reshuffle jilid 2 yang dilakukan Presiden SBY dinilai tidak akan membawa perubahan apa pun. Yang ada, reshuffle merupakan strategi SBY untuk memenangkan Pemilu 2009."Reshuffle kemarin itu 10% penilaian kinerja, 90% adalah strategi pemenangan Pemilu 2009. Artinya SBY sudah siap-siap saat ini," ujar Ketua YLBHI Patra M Zen di kantor YLBHI, Jl Prambanan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2007).Menurut Patra, penilaian tersebut dilihat dari dua fakta yang ada. Pertama, soal Lapindo yang tidak ada solusi, kontribusi positif dan maksimal untuk menangani para korban lumpur."Kenapa tidak ada reshuffle menteri terkait kasus itu? Itu karena ada konflik intern di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) khususnya Menko Kesra Aburizal Bakrie," beber Patra.Kedua, tidak adanya pemenuhan atas hak ekonomi, sosial, dan budaya yang dilakukan Kabinet SBY. Seperti memberikan 20% minimum anggaran pendidikan yang diamatkan oleh konstitusi, pelanggaran HAM dan semakin naiknya tingkat pengangguran serta kemiskinan.Namun sebaliknya, Patra maenilai pemerintahan SBY banyak mengeluarkan kebijakan yang tidak pro rakyat. Seperti UU penanaman modal asing dan tunjangan anggota DPRD.Patra justru bertanya apakah benar reshuffle yang dilakukan SBY cukup signifikan untuk meningkatkan kinerja kabinetnya padahal satu tahun lagi pemerintahan sudah disibukkan dengan Pemilu.Sebaiknya, lanjut Patra, reshuffle dilakukan terhadap menteri ekonomi. Sebab perbaikan ekonomi sangat lamban dan tidak menunjukkan perbaikan."Bahkan 100 kali Andi Mattalata pun tidak akan mampu memenuhi hak ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat bila tim ekonomi tidak diubah," cetusnya.Menurut Patra, bila dalam 3 bulan kabinet baru tidak ada perubahan, SBY harus melakukan evaluasi. Bila evaluasi tidak menunjukkan hasil, maka solusinya pemilu 2009 dipercepat dan tidak perlu menunggu satu tahun. (nik/nrl)


Berita Terkait