FSP BUMN Bersatu Gelar Syukuran Pencopotan Sugiharto
Selasa, 08 Mei 2007 14:26 WIB
Jakarta - Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu) menilai positif pencopotan Sugiharto. Langkah selanjutnya adalah membentuk tim penyidik harta kekayaan Sugiharto dan pengusutan kasus insider trading di Perusahaan Gas Negara (PGN)."Hari ini kita syukuran dan hari ini juga kita, LBH BUMN dan BUMN Watch, akan membentuk tim penyidik harta kekayaan Sugiharto dan kasus insider trading di PGN. Kita minta Kejagung dan KPK untuk melakukan pemeriksaan," kata Ketua FSP BUMN Bersatu Arif Poyuono.Hal tersebut diungkapkan pada acara syukuran dan kenduri direshufflenya Menneg BUMN Sugiharto di Hotel Sofyan Cikini, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2007).Acara yang ditandai dengan pemotongan 3 tumpeng itu tampak meriah. Semua wajah peserta yang berjumlah puluhan orang itu tampak sumringah saat menerima potongan tumpeng.Arif juga menyatakan dukungannya kepada Menneg BUMN yang baru, Sofyan Djalil, namun begitu pihaknya tetap akan kritis agar BUMN ke depannya berjalan secara baik dan sehat.Sementara itu, Ketua BUMN Watch Naldi Nazar menilai Sugiharto telah mengeluarkan janji palsu untuk memperbaiki kinerja BUMN ketika diangkat menjadi menteri. Sebaliknya Sugiharto justru memberikan tempat istimewa bagi orang-orang yang dipercayainya untuk mengurus BUMN."Sebenarnya untuk menjadi staf ahli sah-sah saja,tapi tidak masuk menjadi struktural di BUMN. Ini menciptakan kondisi yang tidak kondusif," kata Naldi.Ke depannya, Naldi berharap Sofyan Djalil mau merevisi berbagai kebijakan lampau yang merugikan BUMN. Lalu, juga membatalkan rencana penunjukan para direksi dan komisaris BUMN yang baru yang dilakukan tanpa fit and proper test serta mau menegakkan hukum di jajarannya.
(gah/nrl)










































