PPP Tak Akan Jadi Oposisi Meski Kecewa 2 Menterinya Dicopot
Selasa, 08 Mei 2007 13:58 WIB
Jakarta - Kekecewaan tak bisa disembunyikan PPP menyusul dicopotnya 2 menteri asal partainya oleh Presiden SBY. Namun partai berlambang Kabah ini menegaskan tak akan jadi oposisi."Kami tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa atas direshufflenya Sugiharto (Menteri BUMN) dan Saifullah Yusuf (Menneg Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal). Namun saya tidak akan membawa PPP menjadi sebagai oposisi, baik ketika saya ada di pemerintah maupun di luar," ujar Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali.Hal itu disampaikan Suryadharma usai sertijab FPPP DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/5/2007).Meski demikian, dia mengaku, PPP dapat menerima keputusan reshuffle dua menterinya tersebut. Karena reshuffle adalah hak prerogatif presiden."Dengan kesadaran penuh kami bisa menerima. Alasannya karena landasan agama pemilik kekuasaan itu Allah. Dan alasan konstitusional, reshuffle itu hak prerogatif presiden," jelasnya.Suryadharma menambahkan, PPP akan berusaha agar dapat bersaing di 2009. Karena itu, dia tidak akan mengotak-atik kekuasaan SBY sampai 2009, meskipun partainya saat ini hanya diberi jatah kursi dua menteri."Kita akan tetap mendukung Pak SBY sampai 2009, karena lapangan pertarungan politik ada di 2009," lanjutnya.Menurut dia, soal PPP sebagai partai pendukung pemerintah masih menjadi perdebatan di internal PPP. Dan sejauh ini, belum ada keputusan resmi mengenai hal itu."Kita harus mengakui PPP bukanlah partai pendukung pemerintah pada awalnya. Dan ini masih menjadi perdebatan di internal. Kalau jadi partai pendukung, PPP ikut merumuskan kebijakan pemerintah, tetapi sekarang tidak," tukas pria yang juga Menkop dan UKM ini.
(nvt/nrl)











































