Mahasiswa Buru Foto di Istana
Selasa, 08 Mei 2007 13:09 WIB
Jakarta - Sebagai salah satu objek vital negara, Istana Kepresidenan merupakan tempat yang elite bagi sebagian besar warga. Bila mendapat kesempatan memasukinya, kamera tentu tidak boleh tinggal diam. Demikian juga yang berlaku bagi ratusan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Meski sudah sering berunjuk rasa mengecam Pemerintahan SBY-JK di depan Istana mereka tetap antusias mengabadikan kesempatan bisa memasuki Istana Kepresidenan. Acara foto ramai-ramai terjadi usai acara pembukaan musyawarah nasional BEM oleh Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/5/2007). Tak lama setelah pembawa acara memberitahukan bahwa telah tiba saatnya bagihadirin berjabat tangan dengan Kepala Negara, dengan penuh semangat para mahasiswa berdiri. Padahal jabat tangan dimulai dari kursi terdepan, dan karenanya yang duduk di belakang harus antre cukup lama. Waktu antre bertambah lama karena Presiden SBY sendiri mengajak mahasiswa yang disalaminya bertukar sapa. Bahkan menyempatkan bertanya asal perguruan tinggi, fakultas apa dan semester berapa. Tidak sabar menunggu antrean, sebagian dari mereka pun mulai keluar dari antrean dan berfoto ria dengan latar belakang interior Istana Negara. Karena kamera foto dan video harus diitipkan di pos penjagaan Paspampres, maka telepon seluler berkamera yang bertugas mengabadikan peristiwa langka itu. Sebagian lagi 'memburu' Jubir Kepresidenan Andi Malarangeng yang murah senyumuntuk diajak berfoto bersama. Ke mana pun Malarangeng melangkah, pasti ada kelompok mahasiswa dengan aneka warna jas almamater yang mencegatnya. Acara foto-foto berlanjut sampai akhirnya mahasiswa keluar dari Istana Merdeka. Bagian taman dan eksterior Istana Negara yang menjadi latar belakang rekaman kenangan dua jam di Istana. Kini giliran Paspampres dan petugas taman yang kerepotan menghadapinya. Maklum saja, ada saja kelompok mahasiswa yang berpose di dalam taman. "Aduh, tolong itu jangan sampai menginjak rumput dong. Kembangnya baru mekar,jangan dipetik," omel seorang petugas taman.
(lh/nrl)











































