Yenni Gus Dur Calon Kuat Sekjen DPP PKB
Selasa, 08 Mei 2007 11:23 WIB
Jakarta - Masuknya Muhammad Lukman Edy ke jajaran eksekutif membuat dinamika politik di tubuh PKB mulai menghangat. Seperti yang selama ini terjadi, bila fungsionaris menjadi eksekutif pemerintahan, maka dia harus mundur dari jabatan di partai. Yenni Gus Dur disebut-sebut calon terkuat Sekjen DPP PKB menggantikan Lukman Edy. PKB tentu gembira dengan masuknya Lukman Edy sebagai anggota kabinet SBY-JK hingga dua setengah tahun mendatang. Sebab, satu kursi menteri yang selama ini menjadi jatah PKB, tiba-tiba beralih menjadi milik PPP dalam beberapa bulan ini. Maklum, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), telah melompat dari PKB ke PPP. Dan saat ini, kursi menteri itu kembali menjadi hak PKB, setelah Lukman Edy dipilih Presiden SBY sebagai Menneg PDT menggantikan Gus Ipul. Informasi yang diperoleh detikcom, aturan mengenai rangkap jabatan di PKB masih berlaku. Masalah ini juga yang dulu pernah dituntutkan terhadap Alwi Shihab sebagai Ketua Umum DPP PKB dan Gus Ipul sebagai Sekjen PKB. Bila semangat ini kembali digulirkan, maka Lukman Edy harus meninggalkan kursi sekjen. Di kalangan PKB, masalah ini sudah menjadi bahan perbincangan. Namun, secara resmi belum ada pengurus DPP PKB atau daerah yang mempersoalkan masalah ini. Namun, lambat laun masalah ini akan mencuat. Bila memang nanti ada tuntutan seperti itu, siapakah calon kuat pengganti Lukman Edy? Disebut-sebut calon terkuat adalah Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenni binti Gus Dur. Perempuan yang dikenal pintar ini saat ini menjabat Wasekjen DPP PKB. "Dia pintar, lobi bagus, anak Gus Dur lagi," ujar salah seorang aktivis PKB. Namun, bukan berarti langkah Yenni akan mulus. Yenni bisa saja akan terganjal dengan posisinya saat ini sebagai staf khusus Presiden SBY. Bukahkah itu sama saja Yenni juga memiliki jabatan eksekutif di pemerintahan? Bila memang ini mengemuka, maka Yenni tentu punya dua pilihan: pilih Sekjen PKB atau staf khusus SBY? Hambatan buat Yenni tidak sampai di situ saja. Ada kemungkinan muncul skenario lain: Lukman Edy akan dipertahankan sebagai Sekjen DPP PKB dengan pertimbangan khusus. Skenario ini bisa saja menjadi kenyataan, apabila pengurus DPP PKB dan semua DPW PKB sepakat. Peluang skenario ini cukup besar. Terutama dari kubu Muhaimin. Sebab, bila Yenni naik, maka hal itu bisa mengancam kubu Muhaimin di muktamar mendatang. Muhaimin saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (8/5/2007), mengaku belum ada pembahasan mengenai posisi Sekjen PKB itu. Ketika ditanya mengenai peluang Yenni Gus Dur sebagai sekjen PKB menggantikan Lukman Edy, Muhaimin juga menolak berkomentar. "Tidak komentar dulu," ujar dia singkat.
(asy/nrl)











































