Kemenangan Sarkozy Terus Menuai Aksi Demo Warga Prancis
Selasa, 08 Mei 2007 10:30 WIB
Paris - Kemenangan Nicolas Sarkozy dalam pemilihan presiden Prancis terus mengundang aksi protes. Ratusan orang, kebanyakan kaum muda, kembali melancarkan aksi demo di kota-kota Prancis. Sebagian aksi tersebut berlangsung rusuh.Sekitar 500 orang mengamuk di daerah Bastille, Paris timur. Massa merobohkan motor-motor yang diparkir. Mereka juga menghancurkan kaca-kaca jendela toko dan telepon umum.Aparat polisi anti huru-hara akhirnya dikerahkan untuk membubarkan massa. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (8/5/2007).Di Kota Lyon, kota terbesar ketiga di Prancis, aksi serupa terjadi. Para polisi harus melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa. Sekitar 200 orang mengamuk dengan menghancurkan kaca-kaca jendela.Aksi demo anti-Sarkozy juga terjadi di kota-kota Caen, Nantes dan Tours. Namun unjuk rasa yang dilakukan ratusan orang ini berlangsung damai.Aksi protes yang diwarnai bentrokan dengan polisi pertama kali terjadi pada Minggu 6 Mei lalu. Atau beberapa jam setelah pengumuman kemenangan Sarkozy terhadap rivalnya dari sayap kiri, Segolene Royal, dalam pemilihan presiden Prancis. Sarkozy unggul dengan meraih 53 persen suara dibandingkan rivalnya yang hanya mengumpulkan 47 persen suara.Kepolisian Prancis mengatakan, sebanyak 730 kendaraan dibakar di beberapa kota pada 6 Mei tersebut. Sedikitnya 600 orang ditahan polisi dalam insiden tersebut. Sebanyak 78 personel polisi terluka dalam bentrokan dengan massa.Situasi rusuh itu mengingatkan orang pada kerusuhan massal yang melanda wilayah-wilayah pinggiran Prancis pada Oktober dan November 2005 silam. Sarkozy yang waktu itu menjadi Menteri Dalam Negeri Prancis menyebut kaum muda perusuh di daerah tersebut sebagai "rakyat jelata". Gara-gara komentar Sarkozy itu, aksi rusuh massa terus berlangsung selama 3 pekan.
(ita/nrl)











































