Jalan Raya dan Jalur KA Porong Terancam Lumpuh

Jalan Raya dan Jalur KA Porong Terancam Lumpuh

- detikNews
Selasa, 08 Mei 2007 10:07 WIB
Sidoarjo - Jalan raya Porong dan jalur kereta api -- satu-satunya jalur perekonomian di Jawa Timur yang menghubungkan Surabaya menuju Malang, Pasuruan dan Banyuwangi -- dikhawatitkan terancam lumpuh. Air lumpur dari pusat semburan lumpur terus mengalir deras memenuhi jalur vital tersebut akibat jebolnya tanggu cincin di titik 45 serta tanggul di titik 12 dan 13 Desa Siring. "Tanggul Desa Siring jebol selebar 2 hingga 3 meter akibat desakan lumpur dari pusat semburan," kata Suparno, warga Desa Siring, saat dihubungi detikcom, Selasa (8/5/2007). Menurut Suparno, aliran lumpur yang mengalir deras dari tanggul cincin di titik 45 yang jebol 2 hari lalu mengakibatkan lumpur panas mengalir deras menuju kolam penampungan (Pond) Desa Siring. Akibatnya tanggul di titik 12 dan titik 13 tersebut jebol. "Air lumpur yang mengalir ke jalan raya Porong deras sekali. Apabila tanggul yang jebol tidak segera ditutup, tidak lama lagi lumpur memenuhi jalur Porong," ujarnya. Berdasar pengamatan detikcom, sejak Senin (7/5/2007) kemarin 3 titik tanggul yang jebol hingga saat ini masih belum berhasil ditutup oleh Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). Akibatnya lumpur mengalir bebas memenuhi Desa Siring dan mengalir menuju jalan raya Porong. Jalur Surabaya-Malang digenangi air lumpur setinggi sekitar 25 centimeter sehingga arus lalu lintas dari arah Surabaya menuju Malang, Pasuruan dan Banyuwangi kembali harus diputar melewati jalur Krian Mojokerto, Mojosari menuju Japanan Gempol.Untuk melewati jalur alternatif ini selain harus memakan waktu yang lama karena jarak tempuh yang semakin jauh juga membuat BBM semakin membengkak. Jarak tempuh Surabaya - Malang apabila melewati jalur Porong hanya memakan waktu 2 jam, dengan ditutupnya jalur ini maka pengguna jalan harus memutar dan menghabiskan waktu lebih lama mencapai sekitar 3 hingga 4 jam. (bdh/nrl)


Berita Terkait