Gus Dur: PKB Tidak Ikut-ikut Soal Reshuffle
Selasa, 08 Mei 2007 09:54 WIB
Jakarta - Reshuffle kabinet telah diumumkan Presiden SBY. Namun selama proses reshuffle itu, Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid menyatakan PKB tidak ikut-ikut."PKB tidak ikut-ikut soal reshuffle, karena Muhaimin Iskandar dan Lukman Edy dipanggil dan bicara di Cikeas itu atas nama pribadi," ujar pria yang akrab disapa Gus Dur ini.Hal itu disampaikan dia dalam pesan singkat melalui humasnya yang diterima detikcom, Selasa (8/5/2007).Ditambahkan mantan Presiden RI ini, PKB belum pernah memutuskan dalam rapat gabungan atau pleno untuk bicara soal reshuffle. Meski demikian, PKB tidak akan menjadi oposisi pemerintah."PKB tetap pada tuntutan semula, yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus dibersihkan," imbuh Gus Dur.Menurut dia, pembersihan KPU mutlak dilakukan karena pada pemilu lalu, penuh dengan manipulasi. Apabila KPU tidak dibersihkan, sama halnya presiden terlibat manipulasi."Kalau tidak dimanipulasi, PKB jadi nomor nomor satu, masak nomor tiga," tukas Gus Dur.Menurut sumber detikcom, beberapa waktu yang lalu, Ketua Umum Tanfidz DPP PKB Muhaimin Iskandar dipanggil Presiden SBY ke Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Muhaimin diminta memberikan rilis nama-nama yang akan diajukan ke kabinet.Salah satu nama dalam rilis yang diajukan Muhaimin adalah Sekjen PKB Mohammad Lukman Edy.Namun, rilis itu tidak disusun dari hasil rapat pleno DPP PKB, melainkan hanya disusun secara pribadi. Meski demikian, pada dasarnya PKB tidak keberatan dengan ditempatkannya Lukman Edy sebagai Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal menggantikan Saifullah Yusuf.
(nvt/sss)











































