GP Ansor Jatim Sesalkan Pencopotan Gus Ipul
Senin, 07 Mei 2007 18:55 WIB
Surabaya - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur sangat prihatin dan menyayangkan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mencopot Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dari jabatannya sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT)."Kami menilai yang disampaikan SBY tentang ukuran pergantian menteri relevansinya sangat rendah. Apakah betul yang disampaikan Presiden betul-betul objektif," kata Ketua GP Ansor Jatim HM. Rofiq saat ditemui wartawan di kantornya Jl. Gayungsari Timur 35, Surabaya, Senin (7/5/2007).Menurut dia, jabatan menteri merupakan satu-satunya sejarah baru bagi Ansor selama 73 tahun. Namun dalam catatan sejarah ini pula, satu tokoh Ansor menempati jabatan tersebut tidak genap sampai satu periode. Justru itu menjadi pertanyaan sendiri bagi warga Ansor khususnya di Jatim.Rofiq menambahkan GP Ansor Jatim menilai perombakan terhadap Menteri PDT yang dilakukan Presiden untuk menciptakan efektivitas dan peningkatan kinerja dari pemerintah sungguh tidak efektif. Karena tugas Menteri PDT cukup berat dan tidak bisa diukur dalam rentang waktu 2,5 tahun."Kinerja yang dijalankan Menteri PDT tidak bisa diukur dalam 2,5 tahun. Perkiraan kami siapa pun yang memegang jabatan tersebut tidak akan mampu menjadikan daerah tertinggal menjadi tidak tertinggal hanya dalam waktu2,5 tahun," ujar Rofiq.Menurut pandangan GP Ansor Jatim, dalam reshuffle kali ini sebenarnya banyak sekali menteri yang memiliki kinerja tidak baik, namun tidak dicopot dari jabatannya. "Mudah-mudahan dalam kurun waktu 2,5 tahun setelah Saifullah Yusuf diganti, daerah yang tertinggal menjadi tidak tertinggal lagi," ungkap Rofiq.
(bdh/asy)











































