Pertanyakan Menteri Sakit, Agung Minta Publik Terima Kabinet Baru
Senin, 07 Mei 2007 18:22 WIB
Jakarta - Ketua DPR RI Agung Laksono meminta masyarakat menerima kabinet baru hasil reshuffle. Menurutnya, sikap menerima itu bagian dari penghargaan terhadap sistem ketatanegaraan yang menganut sistem presidensil."Puas tidak puas, kita harus menerima. Karena kita menganut sistem presidensil ya kita beri kesempatan pada kabinet baru untuk menunjukkan kinerjanya," kata Agung kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/5/2007).Namun demikian Agung mempertanyakan, kenapa dalam reshuffle kali ini tidak menyinggung sama sekali menteri-menteri yang sakit dan dianggap publik tidak mampu lagi bekerja. Karena itu SBY harus menjelaskan agar tidak menimbulkan pertanyaan di kemudian hari."Ini yang menjadi pertanyaan, kenapa menteri yang benar-benar sakit tidak diganti," katanya.Akan tetapi Agung mengharapkan, tim kabinet bersatu hasil reshuffle jilid II dapat menjadi simbol yanb baik untuk meningkatkan kinerja demi kesejahteraan rakyat.Karena tanpa itu, lanjut Agung, keputusan reshuffle tidak akan memberikan implikasi apa pun untuk masyarakat. "Saya berharap menjadi tim yang lebih baik dari kemarin, sehingga kinerjanya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat," tukasnya.
(mar/nrl)











































