Dibogem Saat Hamil Tua, Tini Laporkan Suami ke Polisi
Senin, 07 Mei 2007 17:40 WIB
Surabaya - Tidak terima diperlakukan semena-mena, Tini (22), warga Dukuh Bulak Banteng, yang baru saja melahirkan, melaporkan suaminya, Yanto (26), ke Polresta Surabaya Timur. Dia mengaku ditendang dan dipukuli wajahnya hingga berdarah-darah. Kejadian tersebut terjadi pada, Rabu 25 April 2007 lalu, berawal dari kebiasaan Yanto yang sering pulang malam. Tini pun berusaha membicarakan kebiasaan itu dengan baik-baik. Bukannya permintaan maaf, justru bogem dan tendangan yang diterima perempuan yang saat itu tengah hamil tua tersebut. Akibat bogeman dan tendangan itu, gigi atas Tini rontok serta darah segar mengucur dari bibirnya. "Saya tidak terima, saya maunya melaporkan pada saat hari itu juga. Tapi karena hamil tua saya hanya melakukan visum ke rumah sakit," kata Tini di Mapolresta Surabaya Timur, kawasan Kapasan, Surabaya, Senin (7/5/2007). Selama ini Tini curiga karena suaminya telah memiliki wanita idaman lain (WIL), karena sering pulang larut malam. Namun, saat ditanya suaminya tidak pernah mengaku. "Setiap kali saya tanya selalu marah dan imbasnya selalu mendapatkan pukulan. Bahkan kalau cekcok sedikit atau tidak dilayani saja saya langsung marah-marah dan mukul," jelas ibu yang sudah memiliki 3 anak itu. Dalam pengakuannya di depan polisi, ia selalu mengalami perilaku yang tidak menyenangkan dari suaminya. Namun karena sudah tidak tahan, ia pun melaporkan ke polisi. Kasatreskrim Surabaya Timur AKP Henry Fiuser mengatakan pelaku sudah diamankan dan kasus tersebut akan ditindaklanjuti. "Saat ini pelaku akan kita kenai pasal 356 KUHP tentang kekerasan dalam rumah tangga," katanya kepada wartawan.
(gik/nrl)










































