Istana: Hatta Sudah Malang Melintang, Presiden Anggap Terbaik

Istana: Hatta Sudah Malang Melintang, Presiden Anggap Terbaik

- detikNews
Senin, 07 Mei 2007 17:41 WIB
Jakarta - Keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuk Hatta Rajasa untuk mengisi pos yang ditinggalkan Yusril Ihza Mahendra sebagai menteri sekretaris negara mengundang keraguan sejumlah pihak. Tapi Istana menjawab keraguan itu. Hatta diragukan, karena latar belakang pendidikan dan pengalamannya yang lebih sering di bidang teknik. Sementara tanggung jawab utama Sekretariat Negara selaku penjaga gawang penyusunan aturan perundangan adalah bidang teknis hukum atau tata negara. Istana Kepresidenan membantah keraguan terhadap kapabilitas Hatta di bidang hukum yang bila dibandingkan dengan Yusril bagaikan bumi dan langit itu. "Pak Hatta ini udah malang melintang. Jadi menteri beberapa kali. Penah menjabat sekjen partai, anggota DPR dan sebelumnya beliau enterpreneur. Presiden menganggap itu yang terbaik," ujar Jubir Kepresiden Andi Malarangeng di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (7/5/2007). Sebagai jabatan politis, siapa pun pengisi pos kementerian tidak harus dilihat dari latar belakang pendidikan dan kapasitas individunya. Tapi juga kemampuan dan kemauan calon menteri untuk menduduki pos tersebut. Selain itu tidak semua tugas Setneg berkaitan dengan bidang hukum. Fungsi tak kalah penting dari institusi prestisius tersebut adalah sebagai penghubung antar lembaga negara dan memberi pelayanan pada lembaga kepresidenan."Tidak harus (mensesneg) selalu SH. Ada memang (tugas di bidang) hukumnya, tapi ada deputi-deputi yang ahli dan tim yang bisa membantu. Saya pikir dengan seluruh backgorund-nya, Beliau (Hatta Rajasa) mampu," ujar Mallarangeng. Ditanya apa pertimbangan Presiden SBY sehingga tidak menugaskan Seskab Sudi Silalahi untuk merangkap sebagai Mensesneg sebagaimana Bambang Kesowo di era pemerintahan Presiden Megawati, Mallarangeng mengelak menjawabnya. "Semua prerogatif presiden. Yang jelas presiden punya pertimbangan yang tepat," tandas dia. (lh/asy)


Berita Terkait