Warga Sakai Duduki Ladang Minyak Chevron
Senin, 07 Mei 2007 16:08 WIB
Pekanbaru - Sekitar 300 warga suku pedalaman Sakai menduduki ladang minyak milik PT Chevron Pacifik Indonesia (CPI) di Kabupaten Bengkalis Riau. Warga menuding limbah kimia perusahaan Amerika itu mencemari sungai. Aksi pendudukan warga Sakai ini, dilakukan Senin (7/5/2007) tepat di Desa Pematang Kuda, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis Riau, sejak tadi pagi. Sampai pukul 15.30 WIB, ratusan warga pedalaman ini masih menduduki sumur-sumur minyak tersebut. Matar Batin Muda, Kepala Suku Sakai, menjelaskan, pendudukan ladang minyak ini terkait adanya limbah kimia milik PT Chevron yang telah mencemari sungai Batang Puru yang selama ini sebagai mata pencaharian masyarakat tradisional.Akibat pembuangan limbah kimia tanpa pengelolaan terlebih dahulu ini, lanjut Matar, masyarakat Sakai kehilangan mata pencarian. Padahal selama ini warga dapat memenuhi kehidupan dari mencari ikan di sungai Batang Puru. "Minimal dalam setahun setiap warga bisa berpenghasilan Rp35/juta per tahun dari mencari ikan kayangan di sungai itu. Sekarang sudah lebih setahun ini ikan kayangan menghilang. Banyak ikan jenis lainnya yang juga turut mati karena pembuangan limbah kimia dari pengeboran minyak PT Chevron," terang Matar. Bukti kuat lainnya atas limbah kimia yang dibuang langsung ke sungai itu, kata Matar, sampan-sampan milik masyarakat yang selama ini bisa bertahan dipakai dalam setahun, kini sampan hanya dapat dipergunakan paling lama delapan bulan. "Sampan yang terbuat dari kayu ini kini mudah lapuk gara-gara limbah kimia tadi," kata Matar tanpa bisa menjelaskan zat kimia apa yang telah mencemari sungai tersebut. Begitu juga bagi warga yang selama ini bergantung pada mencari rotan. Rotan yang mereka dapatkan dari hutan, lantas diangkut lewat aliran sungai tersebut, kini mudah lapuk. "Biasaya rotan baru lapuk kalau sudah depalan bulan lamanya. Tapi kini rotan mereka apa bila selama 4 bulan tidak terjual sudah pada lapuk. Ini akibat rotan yang dicari warga diangkut lewat aliran sungai tadi," kata Matar. Sampai saat ini, ratusan warga Sakai masih bertahan di ladang minyak tersebut. Namun dipastikan, mereka tidak akan melakukan aksi anarkis. Pihak kepolisian dari Polres Bengkalis, saat ini juga turut mengamankan aksi jalannya protes warga Sakai ini. "Kami memang demo di ladang minyak. Tapi kami jamin, tidak akan ada aksi anarkis. Kami hanya minta PT Chevron segera menyelesaikan soal limbahnya," terang Matar.
(cha/djo)











































