Reshuffle Bukan Giliran, SBY Disodori Lebih 25 Nama

Reshuffle Bukan Giliran, SBY Disodori Lebih 25 Nama

- detikNews
Senin, 07 Mei 2007 15:33 WIB
Jakarta - Presiden SBY menegaskan, reshuffle kabinet yang dilakukannya bukan ajang giliran atau gantian. Dia sengaja menyampaikan hal itu mengingat banyaknya usulan nama yang disampaikan kepadanya menjelang reshuffle."Jadi sekali lagi bukan giliran, sebab masih banyak pihak-pihak dan parpol yang meminta duduk di dalam kabinet," katanya.Tidak tanggung-tanggun ada lebih 25 nama yang disodorkan, mulai dari anggota DPD, gubernur, parpol, dan kalangan profesional."Saya ucapkan terima kasih kepada beliau-beliau yang mengusulkan, menyarankan calon-calon menteri, baik yang disampaikan secara tertulis, maupun melalui SMS. Baik pula yang disampaikan sendiri oleh tokoh-tokoh bersangkutan, ataupun melalui pihak-pihak lain," bebernya saat mengumumkan reshuffle di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, pukul 15.00 WIB, Senin (7/5/2007).Terus terang, imbuh SBY, nama-nama yang diusulkan untuk menjadi menteri, baik yang berasal dari DPD, sesungguhnya memiliki kapasitas layak sebagai menteri."Tapi saya mohon maaf tidak bisa memenuhi itu sesuai tujuan reshuffle dan arti dari penataan kabinet yang saya laksanakan ini," tegasnya.SBY yakin pada kesempatan mendatang siapa pun yang memimpin nanti, tokoh-tokoh yang namanya ada padanya memiliki peluang besar. Dalam reshuffle kali ini, bagaimana pun keputusan akhir tetap di tangannya, sesuai dengan kewenangan konstitusional yang dimilikinya. "Ini kesempatan baik yang saya sampaikan kepada rakyat. Sekali lagi reshuffle bukan semacam giliran atau gantian," katanya. "Mengapa saya sampaikan demikian karena masih mengalir permintaan banyak pihak dari kader parpol untuk duduk dalam kabinet yang ada sekarang ini, yang saya tafsirkan beliau-beliau memaknainya sebagai sebuah giliran atau gantian," tutur SBY.Giliran atau gantian secara bongkar habis secara menyeluruh, kata dia, tentu tidak sesuai tujuan reshuffle dan mengganggu kesinambungan kontinyuitas pelaksanaan program-program pemerintah yang sedang berjalan. (umi/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads