Ngopi Bareng, Cara Hamid Awaludin Kecoh Wartawan
Senin, 07 Mei 2007 10:28 WIB
Jakarta - Di akhir masa jabatannya, Hamid Awaludin masih saja bersikap bak selebriti beken, kucing-kucingan dengan wartawan. Seperti yang terjadi pada Senin (7/5/2007) pagi ini di kantornya di Departemen Hukum dan HAM, Jl Rasuna Said, Jakarta.Sebagai salah satu menteri yang hampir pasti dicopot oleh SBY, Hamid terus dikejar pemburu berita untuk dimintai komentarnya. Tapi dia berhasil berkelit dan lolos pergi ke Istana untuk bertemu dengan Presiden SBY.Bagaimana strategi Hamid untuk 'kabur'? Begini ceritanya:Ada 4 wartawan yang menunggu Hamid di lantai dasar gedung utama Depkum dan HAM. Saat menunggu, staf Hubungan Antar Media Goncang Rahardjo datang dan mengatakan Hamid sudah berangkat ke Istana."Pak Hamid sudah berangkat ke Istana," katanya.Wartawan yang mendengarnya tidak lantas percaya. Sebab mobil dinas Hamid, RI 19, dan motor pengawalnya masih terparkir di luar gedung.Saat dicek ke lantai 7, sekretaris pribadi, Hasbullah, tampak masih berjaga di ruang kerja Hamid."Sudah pergi sekitar 09.20 WIB tadi," katanya. Dia menjawab tidak tahu saat ditanya mengapa mobil dinasnya masih terparkir di luar.Tidak lama kemudian Goncang Rahardjo datang lagi dan mengajak wartawan untuk minum kopi di ruang humas lantai 3. Berangkatlah para wartawan tanpa curiga.Merasa ada yang aneh, setelah ke ruang humas, rombongan wartawan pun menuju ke lantai dasar. Ternyata mobil dinas Hamid dan pengawalnya sudah tidak ada."Ya, baru berangkat tuh," kata seorang petugas keamanan. "Wuu, sial ketipu," gerutu salah seorang wartawan.
(gah/nrl)











































