Inilah 5 Wajah Baru Menteri SBY

Inilah 5 Wajah Baru Menteri SBY

- detikNews
Senin, 07 Mei 2007 08:36 WIB
Inilah 5 Wajah Baru Menteri SBY
Jakarta - Terhitung Senin (7/5/2007), ada 5 wajah baru yang akan tergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu.Bagi sebagian orang, kelima orang itu tidaklah orang asing. Namun tidak sedikit publik yang bertanya-tanya, siapa sih orang itu? Inilah sedikit gambaran tentang kelima wajah baru itu:Muhammad NuhLahir di Surabaya 17 Juni 1959, anak ketiga dari 10 bersaudara dari keluarga petani. Nuh lulus Teknik Elektro ITS pada 1983. Gelar S2 dan S3 didapatnya dari Universite Science et Technique du Languedoc Montpellier Prancis.Dia juga dianugerahi gelar guru besar bidang ilmu digital system. Nuh menjabat rektor ITS pada 2003-2007. Menikahi seorang dokter gigi Laily Rachmawati, Nuh dikaruniai seorang putri yang saat ini sedang kuliah di ITS semester dua, Rachma Rizqina Mardhotillah.Nuh ditelepon oleh staf Presiden SBY pada 5 Mei 2007. Pos yang akan ditempatinya diperkirakan Menkominfo, menggantikan Sofyan Djalil yang digeser menjadi Menneg BUMN.Hendarman SupandjiPria low profile yang dikenal dekat dengan wartawan ini sangat terkenal di tengah upaya Presiden SBY memberantas korupsi. Posisi terakhirnya adalah Plt Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) yang berkantor di Gedung Bundar, kantor jaksa penyidik korupsi.Dia juga ditunjuk SBY untuk merangkap jabatan sebagai Ketua Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor) di lingkungan pemerintahan. Jabatan ini berakhir 2 Mei 2007.Hendarman lahir di Klaten 6 Januari 1947. Suami Dr Sri Kusumo Amdani DSA MSc ini adalah lulusan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro tahun 1972. Sesuai keahliannya, SBY diyakini memplot Hendarman sebagai Jaksa Agung, menggantikan Abdul Rahman Saleh yang dianggap kurang tegas.Jusman Syafii DjamalLahir di Langsa Aceh Timur, 28 Juli 1954, merupakan alumni Teknik Mesin Jurusan Penerbangan ITB tahun 1982. Jusman menjabat Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (DI) pada September 2000.Jusman mengabdikan sebagian besar kariernya di PT DI. Begitu lulus pada tahun 1982, dia duduk sebagai junior aerodynamist bidang komputasional untuk menghitung distribusi gaya aerodynamika pesawat CN-235 dalam berbagai posisi terbang; selanjutnya sebagai engineer aerodinamika, engineer pengembang konfigurasi pesawat terbang.Tahun 1989 - 1995 selaku Project Enginer N250. Setelah 13 tahun menjadi engineer dengan spesialisasi Aerodinamika dan Perancangan pesawat terbang, tahun 1994 - 1996 sebagai Kepala Divisi Aircraft Technology, 1996 -1998 sebagai Direktur Sistem senjata, Sistem Hankam dan Helikopter, serta Direktur Sumber Daya Manusia selama setahun lima bulan.Jusman juga pernah duduk sebagai anggota Tim Nasional Evaluasi Kecelakaan dan Keselamatan Transportasi (EKKT) yang diketuai Chappy Hakim. Tim yang bekerja Januari-April 2007 ini bertanggung jawab langsung pada Presiden SBY. (sumber PT DI). Jusman diperkirakan didapuk sebagai Menhub menggantikan Hatta Rajasa.Andi MattalataMaster hukum dari Universitas Indonesia ini lahir di Bone, 30 September 1952. Politisi Golkar ini berkali-kali duduk sebagai anggota DPR, saat ini dia menjabat anggota DPR Komisi III. Sebelumnya, dia juga menjadi dosen di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.Suami Andi Kusumawaty ini memiliki 4 anak. Posisi yang diperkirakan akan didudukinya adalah Menteri Hukum dan HAM, menggeser rekan sesama Sulselnya, Hamid Awaludin.Muhammad Lukman EdySaat ini Lukman adalah Sekjen PKB pimpinan Muhaimin Iskandar. Pria yang lahir pada 26 November 1970 ini adalah lulusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya. Lukman dipanggil SBY pada 5 Mei lalu dan diajak berdiskusi tentang pembangunan daerah tertinggal.Dengan demikian, Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) besar kemungkinan adalah pos barunya. Dia menggeser Saifullah Yusuf, kader PKB yang hengkang ke PPP.Foto:Kiri ke kanan: M Nuh, Lukman Edy, Hendarman, Jusman, dan Andi Mattalata. Siapa foto keenam selanjutnya? (sumber: detikcom dan presidensby.info). (nrl/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads