Yusril Dapat Pos Baru, Perpanjang Daftar Kompromi Hukum

Yusril Dapat Pos Baru, Perpanjang Daftar Kompromi Hukum

- detikNews
Senin, 07 Mei 2007 07:42 WIB
Jakarta - Yusril Ihza Mahendra sudah dipastikan akan dicopot dari jabatan Mensesneg. Namun kabarnya, dia ditawari posisi sebagai Duta Besar Indonesia untuk Malaysia. Apakah ini bentuk kompromi?"Yusril kan terindikasi korupsi, tapi kenapa ditawari jadi Duta Besar? Ini memperpanjang sejarah penegakan hukum Indonesia yang penuh kompromi," ujar pengamat hukum Denny Indrayana.Hal itu disampaikan Denny dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (7/5/2007).Menurutnya, bila Yusril ditawari jabatan lain, hal itu lebih terlihat sebagai upaya penyelamatan. Padahal seharusnya, proses hukum atas Yusril dibiarkan saja berjalan."Harus tegaslah. Ini harus dibenahi," imbuh Denny.Ditambahkan pengamat asal UGM Yogyakarta ini, dalam reshuffle, Presiden memang harus mampu meramu kepentingan publik dan mengakomodasi kepentingan partai politik."Kalau mau menggalang suara untuk 2009 sih saya rasa sah-sah saja, tapi kalau masih ada kompromi seperti itu sangat disayangkan," tukas dia.Sumber di Istana mengatakan Yusril ditawari pos baru sebagai Dubes di Malaysia karena dua pertimbangan. Pertama, posisi Dubes RI di Malaysia kosong sejak ditinggalkan Rusdihardjo. Kedua, Yusril pernah tinggal cukup lama di Malaysia untuk menyelesaikan studi doktornya.Namun sumber itu menyebutkan, Yusril menolak tawaran pos baru sebagai Dubes itu. (nvt/nrl)


Berita Terkait