JK Cerita Pengalaman Reshuffle
Minggu, 06 Mei 2007 18:20 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga pernah menjadi korban reshuffle. Dia pernah dicopot dari kursi menteri di zaman Presiden Gus Dur. JK pun membagi kisah reshuffle yang dialaminya. Saat itu JK menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan merangkap Kabulog. Namun, setelah enam bulan bekerja, JK dicopot Gus Dur dengan alasan tertentu. Saat dicopot, JK pun bersikap biasa. Karena itu, dalam cerita yang disampaikan di depan wartawan di kediamannya, Jl Diponegoro, Minggu (6/5/2007), JK juga menyelipkan kata-kata untuk menyemangati menteri-menteri yang saat dicopot Presiden SBY. Berikut petikan curahan hati JK selengkapnya: Bagaimana kisah reshuffle yang dialami bapak dulu?Saya itu dua kali mau diganti Gus Dur. Pertama, saat dia kira saya tidak jalankan IMF. Padahal semua tugas sudah saya jalankan. Karena saya lawan IMF, pada waktu itu ada yang saya tidak mau tandatangani. Ada yang saya tidak setuju soal valas dan gula. Akhirnya Gus dur bilang, "anda ini laksanakanlah." Masalah IMF sudah selesai, tapi satu bulan kemudian saya dan Laksamana Sukardi dipanggil ke istana pukul 4 sore. Gus Dur bilang, "Anda ini kerja baik, tapi Anda dengan Menko dan Menkeu tidak cocok."Lalu saya jawab, "Apanya yang tidak cocok, padahal semua urusan selesai." Gus Dur jawab, "Pokoknya nggak cocok saja, karena Anda bukan Menko, jadi Anda saja yang diganti."Terus saya bilang, "Waduh Gus, saya mau pulang kampung saja." Gus Dur menimpali, "ya sudah, selamat jalan selamat pulang kampung."Bagaimana perasaan Bapak saat direshuffle?Kalau saya waktu di-reshuffle bahagia, kita jadi bebas lagi. Waktu Gus Dur me-reshuffle suasana tegang juga, kita dimarah-marahin.Proses reshuffle saat ini apakah terlalu lama? Bukan terlalu lama. Artinya kita butuh proses yang berbeda di zaman Gus Dur yang diobral. waktu itu semua naik pangkat, jadi saya bilang buat teman-teman yang direshuffle nanti naik pangkat. Tenang saja, semua ada hikmahnya.Sikap bapak soal reshuffle ini? Tentu kita harapkan hasilnya baik, karena tujuannya agar pemerintah lebih baik. Jadi masyarakat tidak perlu prihatin. Ini ke arah lebih baik.Tampaknya ada ketegangan antara parpol. Apa bapak melihat ada keresahan di masyarakat?Masyarakat jangan menganggap seakan-akan ada pro kontra ataupun musuh. Yang diganti bukan jadi lawan tetap sebagai kawan. Berpartisipasi bisa jadi pejabat lain bisa jadi dubes. Dia bisa berprestasi di tempat lain.Menteri pengganti apakah melalui serangkaian tes?Ya melalui tes, kalau tidak, malah salah pilih. Jangan seperti Gus Dur sebentar-bentar harus diperbaiki.Reshuffle ini apakah akan membuat perpecahan internal di tubuh pemerintah?Saya kira tidak. Karena seperti yang saya katakan mereka itu tetap kawan tidak harus bermusuhan jadi yang di-reshufle jangan merasa bermusuhan.
(arn/asy)











































