Wasekjen PKS: Sugiharto Dicopot, Welcome Orde Baru
Minggu, 06 Mei 2007 17:21 WIB
Jakarta - Wasekjen DPP PKS Fahri Hamzah menilai Menneg BUMN Sugiharto sebagai orang profesional. Karena itu, Fahri menyesalkan penggantian Sugiharto dengan Sofyan Djalil. Fahri mengucapkan selamat datang Orde Baru kepada kabinet SBY-JK. Menurut Fahri, pos strategis seperti Menneg BUMN harusnya diduduki oleh orang yang profesional dan independen. Namun, kali ini posisi ini diduduki oleh orang partisan. "SBY kebobolan dalam reshuffle kali ini. Tujuan reshuffle untuk memperbaiki kinerja tidak tercapai. Yang terjadi justru memasukkan orang yang diindikasikan akan melakukan kapitalisasi jabatan untuk pemilu 2009," kata Fahri kepada detikcom, Minggu (6/5/2007). Penunjukan Sofyan Djalil sebagai Menneg BUMN, menurut Fahri, membuat BUMN dalam kondisi bahaya. Karena Sofyan tidak independen, sehingga membuka pintu lebar-lebar bagi parpol memanfaatkan BUMN sebagai tempat bancakan demi Pemilu 2009 mendatang. "Sofyan Djalil itu kan Sekretaris Tim Sukses SBY-JK, dia juga mantan Deputi Menneg BUMN saat Tanri Abeng. Sementara Tanri Abeng masih menjabat sebagai penasihat Partai Golkar. Dia pasti tidak akan bisa independen," tambah dia. Dengan banyaknya orang-orang yang berbau Golkar yang masuk di kabinet, SBY dinilai telah meninggalkan koalisi lama dan membentuk koalisi baru. Karena itu, dia akan mengusulkan pada PKS untuk mengevaluasi dukungannya pada pemerintahan SBY-JK. "Kalau komposisinya begini saya ucapkan selamat datang Orde Baru dan selamat jalan SBY. Kami dulu mendukung SBY-JK karena ingin melawan koalisi PDIP dan Golkar yang mengusung Mega-Hasyim. Tapi sekarang berbalik," ancam Fahri.
(yid/asy)











































