PBB Minta Jatah Pengganti Yusril
Minggu, 06 Mei 2007 12:19 WIB
Jakarta - Bila memang pencopotan Yusril Ihza Mahendra dari kabinet sudah menjadi harga mati bagi Presiden SBY, Partai Bulan Bintang (PBB) meminta SBY mengambil 1 kader PBB sebagai menteri. Pengganti Yusril tidak harus duduk di kursi Mensesneg. Hal ini disampaikan fungsionaris DPP PBB Yusron Ihza Mahendra kepada detikcom, Minggu (6/5/2007). Masalah ini telah disampaikan Ketua Umum PBB MS Kaban saat bertemu Wapres Jusuf Kalla. Yusron yang juga anggota DPR itu juga ikut dalam pertemuan dengan Wapres JK yang berakhir sekitar pukul 11.20 WIB itu. Pada kesempatan itu, PBB mempertanyakan alasan pencopotan Yusril Ihza Mahendra. PBB juga menyampaikan pesan bila memang Yusril dicopot, maka pengganti Yusril diambil dari kader PBB. Permintaan jatah 1 menteri ini diminta PBB karena terkait komitmen saat PBB mendukung pasangan SBY-JK dalam pemilihan presiden (pilpres) 2004 lalu. Bila permintaan ini tidak dikabulkan, Yusron menilai SBY telah melakukan pelanggaran komitmen. "Dalam sejarah Pilpres, SBY dan JK didukung oleh PD, PBB, dan PKPI. Jadi, Golkar dan partai-partai lain itu belakangan. Karena itulah saat itu ada istilah Koalisi Tiga Kaki. Karena itu, kalau sekarang Yusril dicopot dan tanpa ada pengganti dari pihak kami, maka ini pelanggaran komitmen, Presiden tidak amanah," ujar Yusron.PBB tidak meminta kadernya harus duduk di kursi Mensesneg. "Kalau reposisi terhadap Yusril tidak dilakukan, maka yang berlaku adalah substitusi, walaupun tidak harus duduk di Setneg. Jangan sampai kami dulu mendukung SBY-JK, namun di ujung-ujungnya malah dicoreng SBY," jelas dia.
(asy/ana)











































