Isu Pelanggaran HAM Timtim 1999, Kampanye Global Sudutkan TNI

Isu Pelanggaran HAM Timtim 1999, Kampanye Global Sudutkan TNI

- detikNews
Sabtu, 05 Mei 2007 18:48 WIB
Jakarta - Tudingan TNI melakukan pelanggaran HAM berat di Timor Timur dinilai mantan Menhankam/Panglima ABRI Jenderal Purn Wiranto sebagai kampanye global komunitas internasional. Bahkan kampanye itu dirancang luar biasa seolah-olah pemerintah akan melakukan penyerangan."Itu dirancang dengan luar biasa, dikampanyekan media massa global. Data-data dilapangan dibangun untuk menguatkannya, seakan Negara ini membangu serangan. Juga dikembangkan bahwa Januari 199 TNI sudah melakukan pelanggaran," kata Wiranto dalam Dengar Pendapat III KKP di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (5/5/2007).Padahal menurut Wiranto, perjanjian jajak pedapat sendiri baru dilakukan pada Mei 1999. Untuk itu tudingan terhadap TNI tidak masuk akal anggapan pelanggaran HAM sejak Januari 1999.Ditambahkannya, pemerintah saat itu tidak ada niatan sedikit pun, khususnya TNI untuk menghancurkan wilayah dan masyarakat Timor-Timur."Tidak pernah ada pikiran dan perencanaan negara untuk melakukan pelanggaran HAM atau pemusnahan suatu etnis," tegas mantan jenderal yang saat ini menjadi pimpinan Partai Hanura ini.Justru lanjut Wiranto, saat itu dikumpulkan sejumlah tokoh usai penandatangan kesepakatan damai yang dihadiri Keuskupan Dili, Komnas HAM, pemerintah dan kelompok yang bertikai pada 21 April 1999. Hal ini merupakan kunci tidak ada niat pemerintah mengacaukan sitausi tersebut.Dalam kesempatan tersebut, Wiranto di hadapan komisioner KKP dan ratusan hadirin yang datang dalam hearing ketiga itu, diputarkan vcd cuplikan acara kesepakatan damai delapan tahun lalu itu.Dalam hearing itu sendiri terlihat hadir mantan Ka Bais Letjen Purn Zacky Anwar Makarim, mantan Kasum TNI Letjen Purn Adam Damiri, Fachrul Rozi, Suady Marasabesi. (zal/aba)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait