Wiranto: Tak Ada Pelanggaran HAM di Timtim
Sabtu, 05 Mei 2007 18:31 WIB
Jakarta - Mantan Menhankam/Panglima ABRI Jenderal Purn Wiranto menegaskan tidak ada pelanggaran HAM di Timor Timur tahun 1999. Menurut Wiranto, kekerasan yang terjadi di bekas provinsi termuda Indonesia itu warisan konflik lama.Demikian diungkapkan Wiranto dalam kesaksiannya di Dengar Pendapat III Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (5/5/2007)."Yang ada hanyalah kekerasan sebagai sisa konflik yang ada. Jadi, hanya tindak pidana antar dua pihak yang berkonflik. Buktinya tahun 2006, masih ada konflik di Timor Leste," ungkap Wiranto.Menurut Wiranto, kekerasan yang terjadi di Timor Timur (Timor Leste) merupakan ekses konflik antar kelompok sipil bersenjata yang tidak pernah selesai. Tidak ada alasan TNI disalahkan atas tuduhan melakukan pelanggaran HAM berat, baik sebelum dan sesudah jajak pendapat tahun 1999.Sebagai mantan Menhankam/Pangab, Wiranto menilai, situasi kekerasan dua kelompok masyarakat sipil ini akibat kegagalan dekolonisasi Portugal. Portugal meninggalkan begitu saja Timor Timur, sehingga konflik terus terjadi hingga integrasi dengan Indonesia."Untuk itu, hingga ada jajak pendapat, bara permusuhan kedua kelompok ini masih ada," ujar Wiranto.Wiranto juga menyatakan, sebenarnya pengamanan jajak pendapat, Sidang Umum MPR dan Pemilu 1999 berjalan sukses. Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tanpa ada tindak kekerasan yang berarti.Namun berbeda dengan apa yang terjadi di Timor Timur, di mana pasca-jajak pendapat terjadi chaos. Pihak yang merasa kalah dengan alasan kecurangan melakukan tindak kekerasan.Atas situasi itu, TNI kemudian mengusulkan pemberlakuan situasi Darurat Militer kepada Sekjen PBB Kofi Annan melalui Presiden Habibie."Saya dan Habibie telpon dia, Annan akhirnya setuju TNI mendukung polisi. Tak kurang dari seminggu keadaan bisa dikendalikan. Ada kerusakan, tapi diminimalisir. Jadi pada bagian mana kami melakukan pelanggaran HAM berat?" tandas Wiranto.
(zal/aba)











































