Mantan Kapolda Timtim Bantah Rencana Bumi Hangus

Mantan Kapolda Timtim Bantah Rencana Bumi Hangus

- detikNews
Sabtu, 05 Mei 2007 13:52 WIB
Jakarta - Mantan Kapolda Timor Timur Irjen Pol (Purn) Timbul Silaen membantah tudingan pemerintah pernah berencana untuk membumihanguskan Timor Timur tahun 1999 lalu. Timbul juga membantah ada pertemun sejumlah tokoh untuk membahas itu."Seram kali bumi hangus. Tidak ada dari otak-otak kita sampai memikirkan bumi hangus. Kalau memang bumi hangus, bagaimana dengan anak buah saya. Mau kemana mereka," kata Timbul.Hal itu disampaikan dia dalam Timbul ketika ditanya oleh komisioner KKP Olandina Caeiro tentang kebenaran pertemuan 24 Juli 1999 dalam Dengar Pendapat ke-III Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (5/5/2007).Diterangkan Timbul, sebagai pemegang otoritas keamanan di Timor Timur saat itu mana mungkin dirinya merencanakan itu. "Itukan belum ada jajak pendapat, mana mungkin ada bumi hangus. Kalau memang ada operasi bumi hangus dari pemerintah, kenapa harus ada perjanjian ini itu. Ini aneh. Saya tidak pernah dengar dan hadir seperti dikatakan itu," tandasnya.Sementara Komisioner KKP Achmad Ali menanyakan perihal pernyataan mantan Ketua Eksekutif Unamet Ian Martin. Yaitu, pemindahan penduduk ke Kupang pasca jajak pendapat, adalah inisiatif Timbul dalam operasi Hanoin Lorosae.Timbul mengakui ada rencana operasi Hanoin Lorosae, yang berarti 'Sayang Lorosae'. Tujuannya adalah untuk mengamankan jajak pendapat. Saat itu, memang sudah diprediksi segala kemugkinan yang terjadi.Di antaranya mempersiapkan bila terjadi eksodus. Tapi semua itu dilakukan secara interdep bukan polisi yang hanya sebagai penanggungjawab keamanan jajak pendapat.Saat kerusuhan terjadi menurut Timbul, ribuan pengungsi mendatangi kepolisian untuk mendapatkan perlindungan. Oleh sebab itu dirinya membuat operasi Hanoin Lorosae dua."Tapi tidak ada yang kami suruh mengungsi (ke Kupang). Begitu kejadian, banyak sipil yang lari ketakutan. Sejak 1 September saja sudah banyak warga yang meninggalkan tempat, begitu 4 September, yang pergi semakin banyak. Jadi tidak ada disuruh mengungsi, tidak logis itu," jelasnya.Dalam kesempatan yang sama, Timbul juga membantah dirinya melakukan pertemuan dengan pimpinan milisi bernama Herminio da Costa sejak Januari 1999 dan Mayjen TNI Tono Suratman telah memberikan impunitas pada Herminio dan pimpinan milisi lainnya. (zal/ken)


Berita Terkait