Tifatul Bantah 2 Menteri PKS Akan Dicopot SBY
Sabtu, 05 Mei 2007 09:17 WIB
Jakarta - Kabar bakal tergusurnya 2 menteri PKS dari jajaran anggota kabinet Indonesia bersatu ditolak mentah-mentah Presiden PKS Tifatul Sembiring. Ketika dihubungi detikcom, pukul 08.00 WIB Sabtu (5/5/2007), Tifatul yang sedang melaksanakan ibadah umroh di Makkah, Arab Saudi mengaku belum mendengar informasi 2 kadernya akan direshuffle."Sampai kemarin, saya dapat konfirmasi dari Istana Presiden belum ada perubahan," kata Tifatul.Tapi bukankah isu yang berkembang menunjukkan terjadi perubahan cepat setiap saat soal komposisi menteri yang akan diganti? "Sebetulnya tidak dinamis banget. Berita di media saja yang provokatif," tepis Tifatul.Dia juga membantah jika hari ini Presiden SBY akan mengundang pimpinan PKS ke Cikeas untuk berkonsultasi. "Saya belum dengar ada undangan itu. Saya di Makkah sejak 9 hari yang lalu," ujar Tifatul.Dalam pandangannya, reshuffle jilid II yang akan dilakukan SBY kali ini terlalu banyak direcoki oleh berbagai pihak. Terutama partai politik. Pertemuan yang digelar di Hotel Ritz Carlton dan di Sentul Bogor merupakan bentuk tekanan terhadap presiden."PKS tidak merasa perlu ikut kasak-kusuk soal reshuffle. Kalem saja. Bukan soal kita mendapat jaminan, tapi soal etika politik. Presiden evaluasi kenapa kita yang sibuk," paparnya.Tifatul menilai, SBY terbukti mampu bertahan dari serangan partai politik ketika membentuk Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R).Mengenai isu SBY menginginkan kader muda PKS dengan kualifikasi doktor yang untuk mengganti Menteri Pertanian Anton Apriantono dan Menteri Negara Perumahan Rakyat M Yusuf Asy'ari, kembali tifatul membantahnya."Memang performa 2 menteri PKS itu ada plus minusnya. Tapi yang mengarahkan mereka kan presiden. PKS memang melakukan evaluasi internaltapi hal itu langsung diserahkan ke Presiden dan bukan menjadi konsumsi publik," tutup Tifatul.
(bal/bal)











































