SBY Siap Reshuffle 2 Menteri PKS

SBY Siap Reshuffle 2 Menteri PKS

- detikNews
Sabtu, 05 Mei 2007 07:49 WIB
Jakarta - Isu reshuffle yang akan diumumkan pekan depan oleh Presiden SBY semakin liar saja. Kali ini 2 kader PKS di Kabinet Indonesia Bersatu disebut-sebut hampir pasti tergusur dalam reshuffle jilid II.Sumber detikcom di lingkungan Istana Kepresidenan mengungkapkan 2 menteri asal PKS yakni Menteri Pertanian Anton Apriantono dan Menteri Negara Perumahan Rakyat M Yusuf Asy'ari dipastikan akan diganti. Namun Presiden SBY belum mengkonsultasikan hal ini dengan pimpinan PKS."Kinerja kedua menteri tersebut dinilai tidak maksimal. Presiden menginginkan pengganti yang lebih muda dengan kualifikasi doktor," tutur sumber tersebut dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (5/5/2007).Namun, masih menurut sumber tersebut, SBY tidak berani mengganti Anton dan Yusuf dengan kader dari partai lain. "Sepertinya Presiden tetap akan mencari kader dari PKS juga sebagai penggantinya."Memang jauh sebelum kepastian reshuffle akan diumumkan awal Mei ini, nama Anton Apriantono dan M Yusuf Asy'ari santer disebut sebagai menteri yang akan diganti. Namun seiring perjalanan waktu dan tentunya didukung posisi tawar PKS yang kuat, nama keduanya tenggelam. Isu menteri yang akan di-reshuffle bergeser kepada menteri-menteri yang sakit dan berkinerja buruk.Jika mengacu pada kriteria yang diinginkan SBY, ada dua nama kader PKS yang sangat pas. Pertama adalah Wakil Ketua FPKS DPR Zulkieflimansyah dan yang kedua adalah Ketua Komisi X Irwan Prayitno.Selain keduanya masih muda, Zulkieflimansyah merupakan doktor lulusan Department of Economics University of Strathclyde, Glasgow, UK pada tahun 2001. Sedangkan Irwan merupakan doktor lulusan Universiti Putra Malaysia, PhD in Training Management, pada tahun 2000. Sebelumnya, nama Irwan Prayitno pernah disebut-sebut akan dijadikan Menteri ESDM ketika SBY-JK akan menyusun kabinetnya di masa awal pemerintahan. "Hari ini kemungkinan besar SBY akan memanggil petinggi PKS ke Cikeas untuk berkonsultasi soal tersebut," tutup sumber tersebut. (bal/bal)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads